Kamis, 23 Maret 2017

Gowes Santai ke Curug Jurang Pulosari Ikon Barunya Wisata Pajangan


curug jurang pulosari pajangan
Curug Jurang Pulosari Pajangan
Pagi ini jam 05.30 wib berawal dari ajakan gowes bareng mas Widodo tetangga dari wilayah RT 03 rekan satu kampung diajak untuk Gowes alias bersepeda bareng. Selasa, 28 Maret 2017 pas tanggal merah pagi hari sudah dihampiri mas Widodo. Alhasil, saya pun harus dibangunkan oleh simbok saya karena pagi itu saya otomatis  masih terlelap tidur. Hahaha…

Langsung persiapan dan langsung cap cus, tujuan di Curug Jurang Pulosari Pajangan.  Salah satu spot terbaik untuk gowes mania di Bantul ya di wilayah Pajangan. Ada banyak spot wisata yang perlu dikunjungi seperti Curug Jurang Pulosari, Curug Banyu Nibo, Desa Wisata Krebet, Sendang Ngembel, Goa Selarong, Sendang Pengilon dan lainnya. Untuk edisi pagi ini fix saya dan mas Widodo ingin ke Curug Jurang Pulosari.

Curug Jurang Pulosari merupakan salah satu dari beberapa curug yang ada di daerah Kabupaten Bantul. Secara administratif Curug Jurang Pulosari terletak di kawasan Desa Wisata Krebet Sendangsari, Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul. Menurut penuturan warga setempat perencanaan Curug Jurang Pulosarisebagai kawasan objek wisata bermula dari program kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Yogyakarta pada tahun 2010.

Seluruh perencanaan, penataan, dan pengelolaan kawasan wisata ini sudah dilakukan swadaya oleh warga masyarakat sekitar. Perlahan tapi pasti kawasan wisata Curug Jurang Pulosari menjadi alternatif wisata ndeso bagi pariwisata di daerah Pajangan. Akhir pekan ketika hari libur merupakan waktu di mana objek wisata ini laris manis dikunjungi para pengunjung. Dari pagi hari sampai sore hari, bahkan di hari biasapun Curug Jurang Pulosari tetap dipenuhi oleh pengunjung pada sore harinya.

Melalui jalur dari kawasan LP (Lembaga Permasyarakatan) Pajangan naik ke atas terus saja. Karena pengalaman pertama Gowes pakai sepeda jenis MTB cukup membuat ‘ngos-ngos an juga. Maklum karena sudah lama tidak bersepeda lagi setelah sekian lamanya. Masuk gigik kecil perlahan tetap mengayuh pedalnya, ‘ajek dan terus dikayuh. Trek pertama nanjaknya sangat luarbiasa,
Alhamdulillah masih kuat. 

Nah, di sinilah akhirnya kita ketemu dengan seorang bapak-bapak sendirian. Sedang naik mencoba menaklukan trek naik pertama yang gowes dengan sepeda Federal. Dengan atribut lengkap tas punggung dan helm dikombinasikan pakai jersey sepeda layaknya atlet professional. Namanya adalah Pak Supri, karena kebetulan menjabat Kepala Dukuh jadi saya panggil saja Pak Supri Dukuh Ngeblak (daerah tempat tinggalnya). Berawal dari sini akhirnya kita bertiga dengan tujuan yang sama mau ke Curug Jurang Pulosari. Lumayan tambah personil, inilah yang saya suka ketika Gowes, dapat teman dapat relasi tambah silaturahmi insyaallah tambah rejeki.

curug jurang pulosari pajangan
Pak Supri (pakai helm) dan Mas Widodo (pakai topi)
Suasana pedesaan yang sangat asri, serba warna hijau, aroma  khas ketika hujan turun itu, dan rindangnya pepohonan membuat kami bertiga asyik bercerita ngobrol selama perjalanan.  Sedikit mengurangi rasa capek setelah menaiki trek pertama tadi. Inilah salah satu momen yang saya sukai. Sambil mengayuh sepeda sambil bercerita lepas agar tidak merasa capek. Saya sarankan jika pas moment seperti ini tak pakai earphone atau headshead selama Gowes biar tak mengilangkan momen kebersamaaan dalam bercerita ini. Sangat sayang bukan jika dilewatkan? Dengan Gowes ini kita jadi lebih mengenal kondisi jalan yang dilewati, sekelilingnya perlahan-lahan. Sambil saja mengamati kali aja ada informasi menarik ada tanah murah yang dijual atau rumah murah yang dijual. :)

curug jurang pulosari pajangan
Jembatan Gethek Curug Jurang Pulosari
Setelah tanjakan pertama dari LP Pajangan ada perempatan besar sudah beraspal, ambil kanan dan lurus saja ikuti jalan aspal. Nanti akan ada plang penunjuk jalan Jurang Pulosari berada di sebelah kanan jalan. Ikuti saja petunjuk jalan yang tertera, kemudian melewati jalan cor blok, hati-hati melewati trek ini karena medannya sangat licin, maklum juga pas kami bertiga ke sana juga pas malamnya hujan jadii medan yang dilalui cukup licin. Lurus dan ikuti petunjuk papan yang ada saja. Lebih kurang jam 07.00 wib sampai juga di lokasi Curug Jurang Pulosari tempatnya sangat asri adem dan masih polos sederhana sekali. Di situ ada gazebo yang dibuat untuk sekedar beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar, ada juga warung minuman dan makanan untuk mengilangkan rasa lapar. Ada jembatan ‘gethek (jembatan dari bambu)  untuk menyeberang  sungainya.

curug jurang pulosari pajangan
Papan nama Jurang Pulosari mungil
curug jurang pulosari pajangan
Mas Widodo strong!
Airnya kalinya sangat dingin dan jerih, kebetulan malamnya hujan jadi debit airnya cukup banyak. Belum banyak pengunjung yang berdatangan. Jadi bagi yang ingin memutuskan untuk mandi bisa datang lebih pagi untuk menghindari pengunung yang berjubel. Ada juga penyewaan pelampung ban jika ingin menggunakannya. Setelah puas foto-foto langsung melanjutkan perjalanan.

curug jurang pulosari pajangan
Gazebo yang sudah disediakan untuk istirahat
curug jurang pulosari pajangan
Puncak Curug Jurang Pulosari
curug jurang pulosari pajangan
Curug Jurang Pulosari dari atas
Pak Supri ingin mencoba melakukan cek jalan untuk melakukan trek yang akan dilalui. Langsung saja saya dan mas Widodo mengiyakan untuk mengikuti saja usulan dari Pak Supri, jadi kami putuskan  untuk tidak mengulangi trek ketika pertama datang tadi. Niatnya kan gowes jadi yo golek dalan dewe lah, (kan niatnya bersepeda, ya cari jalan sendirilah).

Siap- siap angkat sepeda
curug jurang pulosari pajangan
Trek hanya bisa dilalui dengan jalan kaki

Trek nya sangat luar biasa, dari Curug Jurang Pulosari ke arah timur. Tak bisa dilalui dengan naik sepeda hanya bisa dilalui dengan menjungjung sepeda dengan kondisi jalan masih jalan setapak. Tak apa, pokoknya tak bisa dinaiki ya dijunjung. Inilah seninya Gowes bareng ketika tadi kita mengendarai sepeda gantian sekarang sepeda yang kita jinjing.

Filosofinya sangat bagus ketika sudah berkomitmen untuk memakai sepeda dengan cara mengendarai ada saat juga kita perlu menjungjung untuk mengangkatnya.

Wah, cukup berat juga ini sepedanya buat saya 'ngos-ngos an ketika melewati trek ini, dan akhirnya selesaii juga sampai puncak dan kita tuntun sepeda beberapa meter dan lanjut ke Puncak Bibis, tepat legendaris para pecinta Gowes ketika berada di Pajangan.

curug jurang pulosari pajangan
Puncak Bibis 
curug jurang pulosari pajangan
Gazebo tempat istirahat Goweser
Timus, bakwan dan teh hangat
Puncak Bibis adalah tempat tempat warung biasa tempat nongkrongnya para pecinta Gowes jika istirahat. Tempatnya asyik dan santai, ada tempat duduknya serta ada gazebo untuk sekedar duduk santai untuk istirahat. Ada warung legendaris yakni Warung Bubur Bu Yati, pasti untuk pecinta gowes tahu akan tempat ini.

Seperti warung pada umumnya, ada gorengan nasi rames, nasi bubur. Ada camilan cemplon, ketela, timus dan aneka makanan jajan pasar. Dengan minuman andalan es jahe atau wedang jahe. Harganya juga relative murah, harga merakyat.  Edisi ini saya dan mas Widodo ditraktir sama pak Supri, wah –wah rejeki anak sholeh ini,  pak Dukuh. Kami bertiga dengan makan dan minum plus lauk hanya habis sekitar Rp28.000 rupiah, sangat murah. Penjualnya juga sangat ramah dan sopan sekali, menyapa para gowesser ketika sedang asyik ngobrol santai bareng sesama timnya. Kesan pertama, waw tempatnya keren dan istimewa, dapat teman lagi. Ada juga foto-foto orang penting seperti Bpk Hari Moerti dan Bapak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terpampang di joglo tersebut.

Setelah dirasa cukup istirahat, kita langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang. Cukup sampai disini saja. Menuruni Puncak Bibis dan menikmati nyamannya menuruni trek turun, enaknya Gowes itu ya ketika pas menuruni jalan tanpa mengayuh sekalipun.

Mak wusssssss, seperti angin, silir dan enak pollll.

Tetapi juga harus waspada loh untuk konsentrasi mengerem nya, santai tetapi juga harus fokus.
Setelah sampai dipertigaan Pak Supri pamitan, oke terimakasih sudah mentraktir dan sudah sharing banyak tentang komunitas gowes di Bantul, semoga besok ketemu lagi. Ternyata pengalaman Pak Supri sudah banyak sudah pernah ke daerah Kulonprogo, daerah Kretek dan hutan Pinus mangunan meski tak sampai dipuncak. Di usia yang sudah cukup umur beliau masih semangat saja, perlu ditiru ini sob, oke sampai ketemu lagi Pak Supri?

Terimakasih juga mas Widodo, besok cari tujuan wisata lagi!


puncak bibis
Welcome Biker's



Nasi Goreng Pinggir Kali Opak Ala Barongan

Dwipracaya | Hello sobat dwipracaya.com berbicara tentang kuliner, memang pinggiran 'kali (sungai) Opak mempunyai keunikan tersendiri. Percaya tidak percaya bahwa banyak aneka kuliner tersebar di pinggiran kali (sungai) Opak. Entah kebetulan saja atau memang sudah warisan dari turun temurun juga tak tahu kabar faktanya. Namun banyak dijumpai kuliner seperti nasi goreng, bakmi goreng godok, magelangan di area itu.

Pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang kuliner salah satu pinggiran 'kali Opak. Sering mampir di warung  nasi goreng ini, karena sering lewat sini,selain lokasinya sangat mudah di jangkau karena berada di jalan raya Imogiri Barat, Pasar Barongan ke timur lebih kurang 600 meter, lebih tepatnya berada di sebelah barat jembatan/ kreteg Barongan. Warung makan berada di selatan jalan raya. Hanya banngunan rumah biasa, berteras dan ada jendela kayu yang selalu dibuka jika warung buka. Biasa sering ada kendaraan motor di depan warungnya, kalau pas ada kendaraan roda empat biasa parkir di sebelah barat jembatan pasnya itu. Tak ada papan nama yang melekat untuk menunjukkan identitas warung makan ini, untuk itu saya beri saja Warung Nasi Goreng Kulon Jembatan Barongan.

Saya sering juga mampir ke warung ini, pertama karena memang lokasinya mudah ditemukan. Biasa habis pulang kerja ketika pulang memakai jalur Imogiri Barat. Langsung saja mampir ke tempat ini jika pas tak banyak pengunjung, maklum lah kalau pas rame nunggunya sampai antri panjang. Pernah juga dulu pas saya beli hampir nunggu 30 menit belum dilayani, maklum pelanggan warung nasi goreng Jembatan Barongan ini cukup banyak, ada yang dari Yogyakarta bahkan dari luar kota. 


nasi goreng pinggir kali opak ala barongan
Nasi Goreng Pinggir Kali Opak Ala Barongan
Seperti biasanya saya memesan menu nasi goreng, ya menu andalan saya dimanapun berada. Untuk pemesanan kebetulan agak cepat karena pas waktu itu lebih kurang 10 menit dah jadi nasi goreng pedasnya andalan saya.  Terkadang saya pesan nasi goreng biasa tidak pedas, terkadang pesan nasi goreng pedas tergantung selera lidah saya. Kebetulan waktu itu saya pesan nasi goreng pedas dengan tambahan telur ‘ceplok. Ditemani dengan jeruk anget untuk sekedar menghangatkan badan. 

Nasi gorengnya itu porsi cukup tak terlalu anyak. Tekstur nasinya kering dan ‘pero dalam bahasa Jawanya. Tidak ‘ngempel (nasinya kumpul jadi satu) atau lembek, jadi nasinya itu seperti jatuh satu persatu butirannya tak ‘ngempel atau lembek. Karena saya pesan pedas jadi otomatis rasa yang tak rasakan adalah pedas, dengan sesekali waktu dibuat repot karena berapa kali harus ‘menyruput jeruk anget untuk sekedar mengurangi rasa pedasnya. Rasa pedas dari nasi gorengnya bisa  terlihat dari potongan lombok merah yang  banyak diri kecil-kecil ditambahkan ke dalam nasi gorengnya.

Daging ayam yang di campur di nasi goreng cukup banyak juga. Jadi tak usah khawatir diatas permukaan nasi ada daging ayam di bawah nasi juga ada ayamnya. Saya memberikan nilai untuk nasi gorengnya 8 (delapan) mengingat dengan kocek Rp11.000 per porsi dan jeruk anget Rp3.000, ditambah dengan telur ‘ceplok totalnya hanya Rp20.000 namun untuk rasanya enak sekali pas mantab. Lumayan dah yang penting lapar bisa terobati, Alhamdulillah…


nasi goreng pinggir kali opak ala barongan
Suasana warung nasi goreng pnggir kali opak
Kondisi warungnya juga bersih, dan tertata rapi, sang koki adalah seorang ibu-ibu dengan dibantu anaknya untuk membantu melayani pembeli. Sang koki nasi goreng tergolong sudah tua dengan ciri khas penutup kepalanya sudah tua namun masih cekatan dalam memasak, oh ya memasaknya bukan memakai kompor gas namun memakai bara api/ areng. Hal ini  sering dipakai oleh mayoritas warung nasi goreng dan bakmi biar suhu dan panasnya stabil bahasa Jawanya ‘ajeg/ tetap. 

Biasa buka setiap hari mulai jam 17.00 biasa tutup sampai malam lebih kurang jam 24.00, tergantung dari  kondisi pembelinya. Namun rata-rata jam segitu antara jam buka warung dan jam tutup warung, tinggal disesuaikan saja waktu kalau mau mampir ke sini.

Ok sobat kuliner selamat mencoba di Warung Nasi GorengKulon Jembatan Barongan Bantul.

Selamat berburu kuiner dan rasakan maknussnya, dan Anda akan ketagihan...

Senin, 20 Maret 2017

Surganya Dunia Itu Ada di Candi Ratu Boko


Sunset di Candi Ratu Boko via bolehtanya.com

Sejarah Ratu Boko

RatuBoko adalah sebuah situs arkeologi yang berbentuk istana kerajaan yang merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan sejarah kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8, Ratu Boko telah digunakan oleh dinasti Syailendra (Rakai Panangkaran) jauh sebelum zaman raja Samaratungga (pendiri Borobudur) dan Rakai Pikatan (Pendiri Prambanan).

Kerajaan Mataram Kuno tidak hanya meninggalkan kumpulan kitab dan prasasti kuno juga membangun banyak candi Hindu dan Budha. Penemuan artefak yang terbuat dari emas di daerah Wonoboyo menunjukkan kehebatan karya seni dan kekayaan budaya. Candi-candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno seperti Kalasan, Plaosan, Prambanan, Sewu, Mendut, Pawon, Borobudur, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan sebuah kitab kuno yang dibuat oleh Rakai Pikatan pada tahun 746-784, bangunan-bangunan yang berada disekitar Candi Ratu Boko bernama Abhayagiri Vihara. Kata Abhaya bermakna ‘tidak berbahaya atau ‘kedamaian, sedangkan makna keseluruhan dari Abhayagiri adalah ‘tempat berdiam para biarawan Budha yang terletak di atas bukit yang tenang. 
Pada tahun 856- 863 Abhayagiri berubah namanya menjadi Walaing Kraton yang diproklamirkan oleh Vasal Rakai bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Di dalam kitab Mintyasih yang dibuat oleh Rakai Watukara yah Balitung pada tahun 898-908, disebutkan bahwa Walaing adalah keturunan dari Punta Karna yang membuat Kitab Mantyasih. Tidak ada jejak sejarah apapun tentang Kraton Walaing sejak awal abad ke-10 hingga akhir abad ke-16.

Kata Ratu Boko sendiri berasal dari cerita rakyat setempat. Ratu Boko yang di dalam bahasa Jawa bermakna ‘Raja Heron merupakan ayah dari Roro Jonggrang yang kemudian menjadi nama candi utama di dalam kompleks candi Prambanan.

Situs Arkeologi

Gerbang Utama: terdiri dari 2 (pintu) di Paduraksa dengan sebuah atap berbentuk Ratna dan memiliki fungsi sebagai gerbang utama. Pintu yang pertama terbuat dari batuan andesit, namun lantai dan tembok tangganya terbuat dari batu kapur putih halus. Panjang pintu pertama adalah 12 m, lebar 6,90 m dan tinggi 5,05 m serta memiliki 3 (tiga) pintu. Sedangkan pintu yang kedua memiliki panjang 18,60 m, lebar 9 m, tinggi 4.50 m serta memiliki 5 (lima) pintu.

Candi Pembakaran dan Pemandian Air Suci: Terbuat dari batuan andesit dan meiliki panjang 22,60 m, lebar 22,33 m , tinggi 3,82 m. candi ini dinamakan Pembakaran karena ditemukannya abu bekas pembakaran di situs candi Pembakaran. Ukuran sumurnya 2.30 m x 1,80 m, kedalaman airnya pada musim kering 2 m. Pada zaman dahulu orang-orang menggunakan air dari sumur suci untuk upacara keagamaan di candi Pembakaran dan air sumur tersebut dipercaya membawa keberuntungan bagi siap saja yang menggunakannya. Para pemeluk agama Hindu menggunakan air dari sumur itu untuk perayaan Tawur Agung (sehari sebelum Nyepi) untuk menyucikan diri dan mengembalikan harmonii alam.

Paseban: Terdiri dari 2 Batur. Paseban timur memiliki panjang 2,6 m, lebar 13,3 m, serta tinggi 1,16 m, sedangkan Paseban barat memiliki panjang 2,2 m, lebar 13,34 m, dan tinggi 0,8d m. Kedua Paseban tersebut didirikan saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya, namun demikian belum diketahui secara pasti fungsi Paseban tersebut. Nama Paseban didasarkan pada sebuah analogi istana diwaktu yang sesungguhnya. Paseban merupakan sebuah ruang tunggu bagi siapa saja yang hendak menemui raja.

Paseban Candi Ratu Boko via 1.bp.blogspot.com
Paseban Candi Ratu Boko via 1.bp.blogspot.com

Pendopo: Pagarnya memiliki panjang 40.80 m, lebar 33,90 m, dan tinggi 3,45 m. bagian dasar dan atapnya terbuat dari bahan andesit namun bagian tubuhnya terbuat dari batuan kapur halus. Ada 2 (dua) batur di dalam pagar, Batur bagian utara memiliki panjang 20,57 m, lebar 20,49 m, dan tinggi 1,43 m. Batur bagian seatan disebut Pringgitan, memiliki panjang 20,50 m, lebar 7,0 m, tinggi 1,51 m. Kedua Batur tersebut terhubung pada sebuah lorong yang terbuat dari batuan andesit. Di atas atap Batur terdapat 2 umpak dan masih ada 12 umpak di Pringgitan.

Pendopo merupakan bangunan pusat yang memiliki tiang-tiang dan tembok. Umpak-umpak , tembok, dan tersebut berfungsi sebagai alas tiang yang terbuat dari kayu. Karena tiang, tembok, dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak, seperti kayu dan sirap, tak satupun dari bangunan tersebut yang awet. Hanya tiang yang terbuat dari batu yang masih utuh sedangkan bagian bangunan yang terbuat dari kayu telah lenyap.
Bagian Pendopo via 3.bp.blogspot.com
Bagian Pendopo via 3.bp.blogspot.com

Kolam: Kompleks kolam terbagi menjadi 2 bagian, bagian utara an bagian selatan. Kedua bagian dipisahkan oleh sebuah dinding penyekat dan terhubung oleh sebuah pintu. Kompleks bagian utara berbentuk persegi. Terdiri dari 7 kolam (5 kolam besar dan 2 kolam kecil), sedangkan kompleks bagian selatan terdiri 28 kolam ( 1 kolam berbentuk bulat, 13 kolam berbentuk bulat, dan 1 kolam berbentuk kotak).

Kolam di Candi Ratu Boko via coretanpetualang.files.wordpress.com
Kolam di Candi Ratu Boko via coretanpetualang.files.wordpress.com
Goa: Di situs candi Ratu Boko terdapat 2 buah gua. Gua Lanang dan Gua Wadon. Dinamakan gua wadon karena terdapat relief yang sedemikian rupa yang mewakili alat vital wanita (simbol Yoni) di atas pintu masuknya. Simbol Yoni biasanya dilengkapi juga dengan Lingga (alat kelamin pria) yang dianggap sebagai perwakilan Siwa dalam ajaran Agama Hindu. Kesatuan antara Yoni dan Lingga dianggap membawa kesuburan dan kesejahteraan. Gua ini diperkirakan sebagai tempat untuk bermeditasi pada zaman dahulu.

Goa Wadon Candi Ratu Boko
Goa Wadon Candi Ratu Boko
Keputren: asal nama tempat ini dihubungkan dengan legenda setempat ‘keputren (daerah wanita). Terdiri dari 2 batur yang terbuat dari batuan andesit yang menghadap ke barat. Batur bagian seatan memiliki panjang 21,43 m, lebar 22,7 m, dan tinggi 1,75 m. batur bagian utara meiliki panjang 16,4 m dan lebar 1,90 m serta terbuat dari batuan andesit.
Keputren Candi Ratu Boko via media-cdn.tripadvisor.com
Keputren Candi Ratu Boko via media-cdn.tripadvisor.com

Panorama: Ratu Boko terletak di dataran tinggi yang terletak sekitar 3 km di selatan Candi Prambanan. Bukitnya memiliki ketinggian 195,97 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 160,898 m2. Dari situs candi Ratu Boko anda dapat melihat keindahan Candi Prambanan dari puncak bukit dengan Gunung Merapi sebagai latar belakangnya. Pemandangan kota Jogja juga terlihat di bagian barat. Di bagian selatan terdapat pemandangan bukit seribu.

Berburu Sunset di Candi Ratu Boko via jejaktraveling.com
Berburu Sunset di Candi Ratu Boko via jejaktraveling.com

Ayo temukan situs Candi Ratu Boko di aplikasi Googlemaps di bawah ini!



PT. TAMAN WISATA CANDI

BOROBUDUR, PRAMBANAN & RATU BOKO (PERSERO)

Jl. Raya Yogya- Solo km 16 Prambanan Yogyakarta 55571

Telp, 0274 496 402 Email: corporate@borobudurpark.co.id





Selasa, 14 Maret 2017

Pesona Wisata Candi Borobudur yang Tak Akan Pudar Sepanjang Masa


Candi BorobudurVia Borobudurpark.co.id
Candi BorobudurVia Borobudurpark.co.id

Candi Borobudur dibangun di atas bukit dengan bentuk piramida berundak dan terbuat dari batuan andesit yang berjumlah lebih dari 2.000.000 blok. Jika diperhatikan dari kejauhan candi Borobudur terlihat seperti sebuah stupa, namun jika diperhatikan dari dekat maka akan terlihat dua bentuk objek atau sebuah bangunan. Bagian atas berbentuk stupa yang beralaskan 3 (tiga) teras berbentuk lingkaran merupakan gaya arsitektur India, sedangkan bagian bawahnya berbentuk polygon merupakan gaya arsitektur Jawa. Kedua bagian ini merupakan satu kesatuan dan semua bagiannya menyerupai sebuah stupa.

Stupa candi Borobudur mengadopsi konsep Budha yang merupakan refleksi dari alam semesta. Candi Borobudur sama sekali tidak memiliki ruangan berongga di dalam bangunannya. Untuk memahamicerita yang terpahat di candi Borobudur harus berjalan searah jarum jam yang disebut ‘pradaksina. Dalam ajaran agama Budha pradaksina berarti menghormati roh-roh suci yang berada di candi.

Candi Borobudur terbagi menjadi 3 (tiga) bagian:

Bagian pertama disebut Kamadhatu yang melambangkan kehidupan duniawi dan manusia yang bisa mengekang hawa napsunya yang disimbolkan oleh bagian pondasi.

Bagian kedua disebut Rupadhatu, yangmelambangkan kehidupan manusia yang bisa mengekang hawa napsunya tetapi masih terikat oleh bentuk dan wujud

Bagian ketiga disebut Arupadhatu, yang melambangkan nirwana yang disimbolkan oleh 3 (tiga) teras yang berbentuk lingkaran.


Bagian Candi Borobudur Via Borobudurpark.co.id
Bagian Candi Borobudur Via Borobudurpark.co.id

PEMUGARAN

Akibat dari bencana alam antara abad ke-12 sampai dengan ke-1 pusat kekuasaan kerajaan Jawa dipindahkan kea rah timur pulau Jawa dan pada saat itu juga Candi Borobudur mulai ditinggalkan. Alas an pemindahan kekuasaan tersebut tidak diketahui, namun diperkirakan karena adanya erupsi gunung berapi dan masyarakat bergerak menjauhi erupsi tersebut.

Ditemukan sebuah manuskrip yang mengisahkan tentang kembalinya orang-orang Jawa ke candi Borobudur pada abad ke-18. Pada tahun 1814 seorang Gubernur Jendral Inggris yang memerintah dii Jawa pada saat itu, Sir Stamford Raffles memerintahkan untuk mengidentifikasi candi Borobudur dan melakukan upaya perawatan.
Pada tahun 1815 Rafles memerintahkan 200 pekerja selama 45 hari untuk membersihkan candi dengan cara menebang pohon-pohon yang tumbuh di sekitar candi serta mengeruk tanah dan debu yang mengotori candi. Banyak area disekitar candi yan mengalami penurunan level permukaan tanah.
Kegiatan pembersihan terus berlanjut dibarengi dengan upaya dokumetasi dan interpretasi relief. Berkat kerja keras Ljzerman pada tahun 1855, relief yang tesembunyi di bagian bawah candi berhasill ditemukan. Relief tersebut juga mengandung penjelasan yang dibuat oleh para pemahat patung tentang masa pembangunan candi di abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.
 
Beberapa bagian dari relief yang berisi penjelasan oleh ara pemahat dalam bahasa Sanskerta ditemukan dalam keadaan setengah jadi. Gaya bahasa dan penulisan yang terdapat pada relief bi sadibilang cukup berbeda sehingga bisa disimpulkan bahwa relief tersebut dibuat pertengahan abad ke-9.

Pada tahun 1907 dilakukan pemugaran besar-esaran oleh seorang ahli berkebangsaan Belanda, Theodorus Van Erp dan selesai pada tahun 1911. Pemugaran tersebut memberikan perubahan yang cukup berarti pada candi dan pastinya dalam penjagaan yang ketat selama masa pemugaran. Namun demikian banyak bagian bagian candi yang tidak diletakkan kembali pada posisi semula.

UNESCO mengirimkan salah seorang ahlinya berkebangsaan Belgia pada tahun 1959 untuk melakukan uji kelayakan terhadap candi Borobudur. Pada uji kelayakan tersebut disimpulkan bahwa kerusakan utama candi Borobudur disebabkan oleh air dan harus segera dilakukan pencegahan agar candi bisa bertahan lama di masa mendatang. Bagian bukit yang berada di bawah candi juga mengalami erosii sehingga menjadikan pondasi candi tidak kuat, begitupula dengan relief-relief di bagian bawah.

Persiapan pemugaran dilakukan pada tahun 1963 yang mana pada saat itu berhasil disimpulkan bahwa bukit di mana candi Borobudur dibangun bukanlah sebuah bukit natural, namun demikian area di sekitar bukit merupakan tanah berlempung (tanah liat) yang bercampur dengan bebatuan dan kerikil. Setelah melakukan penelitian awal mengenai struktur bangunan candi, diperkirakan bahwa pemugaran akan diakukan dalam skala esar. Pemerintah Indonesia mengajukan proposal kepada UNESCO pada tahun 1958 dengan menekankan hal-hal penting yang perlu diakukan untuk pemugaran candi Borobudur.

UNESCO memberikan dukungan penuh dan memulai penggalangan dana untuk pemugaran candi Borobudur.selama masa pemugaran dari tahun 1968 hingga 1983. UNESCO memiliki kewenangan penuh untuk segala macam bentuk penelitian. Para ahlli dari berbagai belahan dunia berdatangan untuk melakukan pembongkaran dan pemasangan kembali bagian-bagian candi. Para ahli tersebut juga berhasil menemukan cara untuk mencegah mikroorganisme yang merusak batuan candi. Candii Borobudur tercatat di UNESCO pada tahun 1991.

JALUR KAYU MANIS

Pada tahun 1982 seorang pria berusia 21 tahun berkebangsaan Inggris mengunjungi candi Borobudur dengan niatan mempelajari relief yang menghiasi candi Borobudur. Dia berada di Indonesia untuk mempelajari kapal-kapal tradisional dan tradisi bahari Indonesia. Philip merupakan bekas anggota angkatan laut Inggris. Philip berhasil menemukan 10 (sepuluh) panel menceritakan tentang kapal laut, sebagian merupakan perahu dayung sedangkan lainnya memiliki 3 (tiga) buah tiang kapal dengan bentuk layar persegi panjang miring. Pria berkebangsaan Inggris ini menyimpulkan bahwa kapal Borobudur bisa jadi merupakan salah satu kapal yang melewati jalur terkenal yang menghubungkan Indonesia dan Afrika ratusan abad yang lalu.
candi borobudur
Jalur Kayu Manis Via Borobudur.co.id
Jalur kayu manis menghubungkan Indonesia melalui samudera Hindia sampai ke Seychelles, Madagaskar, Afrika Selatan, sampai ke Ghana. Barang utama yang diperdagangkan serta memiliki nilai yang sangat tinggi saat itu adalah rempah-rempah.

Ketertarikan Philip Beale terhdap seni pembuatan kapal Indonesia dan kemampuan para pelayar Indonesia membuatya melakukan sebuah proyek besar, yaitu menciptakan sebuah kapal tradisional lalu berlayar mengarungi rute Kayu Manis. Kapal tersebut saat ini berada di sebuah ruangan khusus di dalam Situs Arkeologi Borobudur di Museum Kapal Borobudur.

LALITSVISTARA

Pada bagian atas Rupadhatu terdapat relief yang meneritakan tentang kehidupan Budha Gautama. Relief tersebut bernama Lalitavistara. Relief tersebut menceritakan tentang biograpi Budha Gautama dari awal kelairannya di Lumbini Garden (Nepal). Ibu Sidharta Gautama bernama Maya Dewi yang akhirnya meninggal tepat satu minggu setelah melahirkan.

Setelah beranjak dewasa, Sidharta menikah dengan seorang putri bernama Puteri Gopa. Pada suatu hari Sidharta keluar dari istana dan mendapati beberapa fenomena ganjil yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Orang buta yang sakit, orang yang meninggal, serta seorang pendeta. Setelah melihat fenomena tersebut akhirnya Sidharta memutuskan untuk meninggalkan istana dan menjadi seorang pertapa (wanaprasta).

Ketika menjadi serang pertapa Sidharta menjadi pengikut beberapa guru terkenal seperti Brahmapani, Rydraka, Arada Kapala serta 5 (lima) pertapa terkenal lainnya. Namun demikian Sidharta merasa tidak puas dengan apa yang telah diajarkan oleh para guru-gurunya. Sidharta akhirnya memutuskan untuk bertapa di bawah pohon Bodhi di kota Bodh Gaya India. Di sanalah dia mendapatkan pencerahan dan menjadi Bodhi Sidharta kemudian merubah namanya menjadi Budha Gautama.

Pada bagian atas terdapat stupa Arupadhatu yang berdiameter 16.20 meter dengan tinggi 12.8 meter. Pada masa pemugaran pertama oleh Theodorus Van Erp ditemukan sebuah patung pada stupa utama. Posisi setiap patung berjauhan dengan patung yang lainnya. Pembuatan patung tersebut diperkirakan sebagai representasi bentuk tertinggi immaterial. Patung tersebut bernama Adhi Budha dan bisa dijumpai di museum di halaman candi Borobudur.

Candi Borobudur memiliki pintu masuk berjumlah 2 buah serta enam buah pintu gerbang di setiap sisinya untuk menuju ke stupa utama. Hiasan yang berada di bagian awah tidak utuh, hanya tersisa bagian kepala. Bentuk dari ke empat pintu gerbang serupa. Pintu masuk candi Borobudur ini disebut pintu ‘Dahsyat menuju Nirwana'.

candi borobudur

Narasi Cerita Relief Candi Borobudur Via Borobudupark.co.id

candi borobudur
Macam Posisi Patung Budha di Candi Borobudur Via Borobudurpark.co.id

candi borobudur
Peta Wilayah Candi Borobudur Via Borobudurpark.co.id

Ayo temukan Candi Borobudur di aplikasi Googlemaps, sekarang juga :)





PT. TAMAN WISATA CANDI
BOROBUDUR, PRAMBANAN & RATU BOKO (PERSERO)

Jl. Raya Yogya- Solo km 16 Prambanan Yogyakarta 55571
Telp, 0274 496 402
corporate@borobudurpark.co.id

Wisata Candi Prambanan, Candi Hindu Tercantik di Dunia


candi prambanan jogja
Candi Prambanan via kolasegambar.blogspot.com
Dwipracaya.com | CandiPrambanan adalah candi Hindu tercantik di dunia. Candi ini merupakan bagian dari suatu gugusan percandian yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada tahun 1991. Gugusan ini terdaftar dalam World Heritage List (Daftar Warisan Dunia) dengan nomor C 642 dan disebut secara resmi sebagai Prambanan Temple Compound (Gugusan Percandian Prambanan). Seutuhnya gugusan ini terdiri atas Candi Prambanan dan juga Candi Sewu yang berlatar belakangkan agama Budha. Di samping itu di dalam areal Taman Wisata Candi Prambanan, masih terdapat 2 (dua) candi Budha lainnya yaitu Candi Lumbung dan Candi Bubrah.

SEJARAH

Candi Prambanan dibangun sekitar abad 9 masehi. Peresmiannya dilakukan oleh Rakai Pikatan, maharaja Mataram Kuno, pada tahun 856 Masehi (778 Saka). Bangunan suci ini dipersembahkan untuk Dewa Siwa dan pada saat itu dan pada saat itu dinamakan Siwagrha (Rumah untuk Siwa). 

Candi ini memiliki 3 (tiga) halaman yang tersusun secara konsentris atau memusat dengan halaman I nya yang paling sakral terletak di bagiah tengah/ pusat. Jumlah candi di halaman I ada 16 buah, di halaman II sebanyak 22 buah, sedangkan di halaman III tidak ditemukan sebuah candipun. Dengan demikian jumlah candi di kompleks percandian ini keseluruhannya pada mulanya sebanyak 240 buah.

Pada halaman I terdapat 16 buah candi yang terdiri atas 3 (tiga) candi utama, yaitu Candi Brahma, Candi Siwa, dan Candi Wisnu, 3 Candi Wahana (binatang kendaraan ketiga dewa tersebut), 4 (empat) Candi Kelir, 2 (dua) Candi Apit, dan 4 (empat) Candi Patok. Kedudukan Siwa sebagai dewa tertinggi dalam agama Hindu tercermin pada ukuran bangunan candi di mana Candi Siwa merupakan candi yang berukuran paling besar dan paling tinggi (47,6 meter), sedangkan Candi Brahma dan Candi Wisnu masing-masing tingginya hanya 33 meter. 

Candi Siwa memiliki 4 (empat) buah bilik. Yang menghadap ke timur berisi arca Siwa Mahadewa, yang menghadap ke utara berisi arca Durga Mahisasuramardhini, yang menghadap ke barat berisi arca Ganesha, dan yang menghadap selatan berisi arca Agastya. Candi Brahma dan Candi Wisnu masing-masing hanya memiliki 1 (satu) buah bilik dengan arca Brahma dan arca Wisnu di dalamnya.


Candi-candi di halaman I sangat kaya dengan ragam hias.

Hiasan yang paling khas berupa relief seekor singa yang diapit oleh 2 (dua) Kalpataru (pohon kehidupan) dengan 2 (dua) makhluk kayangan yang disebut Kinara-Kinari di kanan dan kiri masing-masing pohon tersebut. Kinara-kinari sering juga digantikan dengan 2 (dua) orang resi atau binatang-binatang lainnya. Ragam hias ini hanya terdapat dii Candi Prambanan sehingga disebut dengan ‘motif Prambanan. Pada bagian sisi dalam pagar langkan Candi Siwa dan Candi Brahma dipahatkan dengan indahnya relief cerita tentang Rama (Ramayana). Sedangkan pada Candi Wisnu dipahatkan relief Kresnayana.

Pada halaman II terdapat 224 buah Candi Perwara yang tingginya sekitar 14 meter dan tersusun dalam 4 (empat) deret, meskipun pada saat ini sudah banyak yang hilang dan hanya tersisa 117 buah. Sebagian besar Candi Perwara tersebut masih berupa runtuhan dan baru 2 (dua) buah yang telah selesai dipugar. Seluruh candi di halaman ini menghadap ke arah mata angin dengan posisi membelakangi halaman.

RELIEF RAMAYANA

relief candi prambanan jogja
Relief Ramayana di  dinding Candi Prambanan Via vanamaliashram.org
Relief-relief yang terpahat pada dinding-dinding langkan ketiga candi utama di halaman I menyajikan cerita-cerita dalam ajaran Hindu yang mengandung nilai-nilai etis dan heroik berupa keberanian, tragedi, kesengsaraan, dan juga percintaan. Relief Ramayana pada pagar langkan Candi Siwa dan Candi Brahma diangkat ke dalam bentuk sendratari kolosal yang menakjubkan dan dipentaskan pada malam hari di sebuah panggung terbuka. Pementasan ini dibawakan oleh sekitar 250 penari profesional dengan Candi Prambanan sebagai latar belakangnya. Panggung terbuka tersebut terletak di sebelah barat Candi Prambanan.

LEGENDA RORO JONGGRANG


roro jonggrang jogja
Patung ini yang disebut Roro Jonggrang via www.lihat.co.id 
Legenda ini mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Bandung Bondowoso yang ingin menikahi seorang dara cantik jelita bernama Roro Jonggrang, Puteri Prabu Boko. Sang puteri berusaha menolak secara halus dengan mengajukan permintaan agar dibangunkan 1000 (seribu) candi hanya dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupinya lalu mengerahkan pasukan jin untuk membantunya. Menjelang pagi ketika mengetahui bahwa Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan pekerjaannya.

Roro Jonggrang membangunkan para wanita untuk memukul lesung (alat penumbuk padi) secara beramai-ramai serta membakar jerami sehingga mengesankan solah-olah fajar telah menyingsing. Hall ini membuat para jin ketakutan pergi meninggalkan pekerjaan mereka tanpa sempat menyelesaikan arca yang ke seribu. Mengetahui tipu muslihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso menjadi marah dan mengutuk Roro Rjonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi arca yang belum sempat dibuat oleh para jin tersebut. Akhirnya Roro Jonggrang berubah menjadi sebuah arca wanita yang sering disebut arca Roro Jonggrang. Namun sebenarnya arca tersebut adalah arca Durga Mahisasuramardhini, isteri Dewa Siwa yang berada di dalam bilik bagian utara Candi Siwa. Karena legenda itulah Candi Prambanan termashyur pula dengan sebutan Candi Roro Jonggrang.

CANDI SEWU


candi sewu
Candi Sewu via upload.wikimedia.org 
Percandian ini terletak sekitar 500 meter di sebelah utara Candi Prambanan. Prasasti-prasasti kuno yang mengandung informasi tentang Candi Sewu adalah Prasasti Kelurak yang bernagka taun 782 M dan Prasasti Manjusrigrha yang berasal dari tahun 792 M. Prasasti Kelurak yang ditemukan di dekat kompleks Candi Lumbung berisi uraian penghormatan kepada Tri Ratna serta peringatan pendirian arca Manjusri. Sedangkan di dalam Prasasti Manjusrigrha disebutkan adanya beberapa kegiatan penympurnaan prsada bernama Wajrasana Manjusrigrha pada tahun 714 Saka atau 792 M. Dari kedua prasasti itu, selain diketahui bahwa agama Budha merupakan latar belakang pembangunan Candi Sewu, dapat diperkirakan pula periodesasi dan gambaran bahwa candi ini pernah mengalami perkembangan arsitektural yang terkait dengan aspek teknik dan aspek simbolis. Menurut para ahli pendirian kompleks Candi Sewu diprakasai oleh Rakai Panangkaran, raja paling lama memerintah kerajaan Mataram Kuno yaitu selama 38 Tahun.

Kompleks Candi Sewu tersusun dari 29 (dua puluh Sembilan) buah bangunan yang terdiri atas sebuah candi induk, 8 buah Candi Apit, dan 240 buah Candi Perwara. Candi utama terletak di halaman I dan dengan denah palang bersudut 20, memiliki 1 buah bilik utama, dan 4 buah bilik penampil. Pintu utama berada pada sisi timur. Candi Perwara dan Candi Apit terletak pada halaman II. Kelompok Candi Perwara tersusun dalam 4 deret yang membentuk persegi panjang yang kosentris. Terdapat 8 buah arca Dwarapala (raksasa penjaga pintu masuk) yang terletak pada empat penjuru pintu masuk halaman II, masing-masing 2 buah arca dalam posisi saling berhadapan. Arca-arca ini berukuran besar dan dibuat dari 1 batu utuh (monolith).

Diantara Candi Prambanan dan Candi Sewu terdapat gugusan Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Keduanya beratar belakang agama Budha. Candi Lumbung terdiri atas sebuah candi induk dan 16 buah candi Perwara. Candi-candi perwara tersebut berjajar membentuk segi empat mengelilingi candi induk. Denah candi induk berbentuk palang persegi 20 dengan penampil ke empat sisinya. Candi Bubrah yan berdenah bujur sangkar berukuran 18.50 meter persegi ini menghadap kearah timur. Keberadaan candi-candi Budha ini termasuk Candi Asu (Gana) di sebelah timur kompleks Candi Sewu diyakini saling memiliki keterkaitan yan dilandasi oleh konsep simbolisasi mikro dan makrokosmos yang diwujudkan melalui mandala (tata letak percandian) yang menempatkan kompleks Candi Sewu sebagai pusatnya.

Keberadaan candi-candi di dalam kompleks Taman Wisata Candi Prambanan bukan hanya megah dan indah dari segi arsitekturnya saja, melainkan juga menyimpan pengajaran yang penting bagi generasii sekarang maupun mendatang. Aspek-aspek berniai yang dapat kita pelajari antara lain adalah teknologii rancang bangun kondisi alam dan lingkungan, serta kehidupan sosial di masa lalu. Bahkan keberadaan Candi Prambanan yang berlatar belakang agama Hindu berdekatan dengan candi-candi dengan berlatar belakang Budha.

Fakta ini memperlihatkan tingginya toleransi beragama pada masa itu. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa pada masa lampau kawasan Prambanan memiliki keistimewaan bila ditinjau dari aspek lingkungan maupun potensi spiritual yang dikandungnya. Ini memberikan gambaran kepada kita tentang karakter yang sangat religius dari kawasan Prambanan pada masa itu.

Peta Candi Prambanan ada dibawah ini,

Peta Candi Prambanan via Borobudurpark.co.id 

Ayo temukan Candi Prambanan di aplikasi Googlemaps, sekarang  di bawah ini sob? :)











PT. TAMAN WISATA CANDI
BOROBUDUR, PRAMBANAN & RATU BOKO (PERSERO)
Jl. Raya Yogya- Solo km 16 Prambanan Yogyakarta 55571
Telp, 0274 496 402
corporate@borobudurpark.co.id

Kuliner Mie Ayam Wonogirinya Kang Karman 2

Dwipracaya.com | Hai, sobat dwipracaya.com? Gimana udah pernah nyobain mie ayam mana saja ini? Ada mie ayam jamur, mie ayam sambel kari ayam, atau mie ayam lenthoknya asal Wonogiri, dengan kombinasi sayur loncang di sediakan di sebuah mangkuk. Dah pernah cobain?

Kalau belum coba deh, mie ayam Wonogiri asli buatan Kang Karman 2. Kang Karman nama brand yang mudah diingat dan diucapkan. Terletak di daerah kecamatan Sewon Bantul di tepi jalan raya, kalau dari pertigaan Tembi. Lurus kebarat saja sampai melewati jembatan, kemudian ada pertigaan lurus saja lebih kurang 200 meter. Warung mie ayam terletak di utara jalan, persisnya di tepi sawah. Kalau dari arah barat, bisa lewat pertigaan lampu merah Cepit, lurus ke timur setelah perempatan pertama, masih lurus ke timur lebih kurang 150 meter, warung mie ayam ada di sebelah kiri. Ada tulisan baliho besar 'Mie Ayam Kang Karman 2', ada nomer 2 nya loh?

Dengan merogoh kocek 20 ribu kita bisa memesan semangkuk mie ayam dan es jeruk. Memang cukup lumayan harganya, tapi coba dulu deh rasanya baru komentar. Istimewa karena mienya itu kecil-kecil lembut di lidah dan kenyal ketika di gigit. Hampir merata matangnya mie kecil-kecilnya, kemudian kuah dari mie ayam juga sangat terasa super kental dan gurih-rih rih.

Saya dapat bocoran informasi kalau mau mencicipi mie ayam itu enak atau enggak, salah satunya adalah segera mencicipi kuah dari mie ayam tanpa di aduk dan  sebelum di kasih bumbu lainnya. Jadi masih bener-bener mangkuk mie dari penjual yang menyajikannya. Coba deh rasakan sebelum diaduk dan sesudah di kasih bumbunya.

Kemudian ada juga tambahan pangsit yang super gurih, yang menggantikan porsi kerupuk. Masih belum puas, tinggal tambah saja sayuran loncang yang sdah tersedia semangkuk. Kalau habis boleh dihabiskan, tapi ambil secukupnya saja. Karena kalau tak terbiasa makan loncang banyak-banyak itu tak baik, tak baik yak arena boros, kasihan penjualnya ntar ndak suruh ngisi lagi stok loncangnya.
mie ayam wonogiri kang kaman 2
Mie Ayam Wonogiri Kang Karman 2


mie ayam wonogiri kang karman 2
Semangkuk loncang yang menggoda
Ditambahin loncang ini mie jadi tambah ada 'krenyess-krenyesnya gitu. Mie udah gurih ditambah kecap plus sambel, jadi bumbunya nyatu banget.  Ditambah suasana warung meskipun kecil namun bersih. Botol saus, mangkuk sambel, semua tertata rapi. Ada kipas angin yang tertempel di atas dinding cukup untuk mengurangi hawa panas di dalam warung.  Oh ya lupa jika beruntung ada live musik koplo dangdut sering diputar di warung ini. Komplit!



mie ayam wonogiri kang karman 2
Wadah saos, sambel dan tempat sendok yang super rapi
Waktu penyajian juga cepat, dari jam normal biasa nunggu 5 -8 menit mie ayam yang dipesan akan tersaji di depan meja makan. Belum nanti juga ada gorengan, mendoan atau bakso goreng jika masih belum puas?  Warung mie ayam Kang Karman 2 buka ari jam 08.00 pagi sampai jam 19.30 wib sampai malam. Buka setiap hari, dari senin sampai hari ahad juga buka. Waw amazing!




Ayo berani nyoba ini mie ayam Wonogirinya Kang Karman 2, di jamin dah kalian akan ketagihan.  Coba agendakan hari Ahad pagi atau siang mampir ke warung mie ayam Kang Karman 2, oh ya parkirnya juga gratis tis tis….  Ingat ya, Mie Ayam Kang Karman 2, ada 2 nya.


~salam goyang lidah~
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html