Kamis, 23 Maret 2017

Gowes Santai ke Curug Jurang Pulosari Ikon Barunya Wisata Pajangan


curug jurang pulosari pajangan
Curug Jurang Pulosari Pajangan
Pagi ini jam 05.30 wib berawal dari ajakan gowes bareng mas Widodo tetangga dari wilayah RT 03 rekan satu kampung diajak untuk Gowes alias bersepeda bareng. Selasa, 28 Maret 2017 pas tanggal merah pagi hari sudah dihampiri mas Widodo. Alhasil, saya pun harus dibangunkan oleh simbok saya karena pagi itu saya otomatis  masih terlelap tidur. Hahaha…

Langsung persiapan dan langsung cap cus, tujuan di Curug Jurang Pulosari Pajangan.  Salah satu spot terbaik untuk gowes mania di Bantul ya di wilayah Pajangan. Ada banyak spot wisata yang perlu dikunjungi seperti Curug Jurang Pulosari, Curug Banyu Nibo, Desa Wisata Krebet, Sendang Ngembel, Goa Selarong, Sendang Pengilon dan lainnya. Untuk edisi pagi ini fix saya dan mas Widodo ingin ke Curug Jurang Pulosari.

Curug Jurang Pulosari merupakan salah satu dari beberapa curug yang ada di daerah Kabupaten Bantul. Secara administratif Curug Jurang Pulosari terletak di kawasan Desa Wisata Krebet Sendangsari, Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul. Menurut penuturan warga setempat perencanaan Curug Jurang Pulosarisebagai kawasan objek wisata bermula dari program kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Yogyakarta pada tahun 2010.

Seluruh perencanaan, penataan, dan pengelolaan kawasan wisata ini sudah dilakukan swadaya oleh warga masyarakat sekitar. Perlahan tapi pasti kawasan wisata Curug Jurang Pulosari menjadi alternatif wisata ndeso bagi pariwisata di daerah Pajangan. Akhir pekan ketika hari libur merupakan waktu di mana objek wisata ini laris manis dikunjungi para pengunjung. Dari pagi hari sampai sore hari, bahkan di hari biasapun Curug Jurang Pulosari tetap dipenuhi oleh pengunjung pada sore harinya.

Melalui jalur dari kawasan LP (Lembaga Permasyarakatan) Pajangan naik ke atas terus saja. Karena pengalaman pertama Gowes pakai sepeda jenis MTB cukup membuat ‘ngos-ngos an juga. Maklum karena sudah lama tidak bersepeda lagi setelah sekian lamanya. Masuk gigik kecil perlahan tetap mengayuh pedalnya, ‘ajek dan terus dikayuh. Trek pertama nanjaknya sangat luarbiasa,
Alhamdulillah masih kuat. 

Nah, di sinilah akhirnya kita ketemu dengan seorang bapak-bapak sendirian. Sedang naik mencoba menaklukan trek naik pertama yang gowes dengan sepeda Federal. Dengan atribut lengkap tas punggung dan helm dikombinasikan pakai jersey sepeda layaknya atlet professional. Namanya adalah Pak Supri, karena kebetulan menjabat Kepala Dukuh jadi saya panggil saja Pak Supri Dukuh Ngeblak (daerah tempat tinggalnya). Berawal dari sini akhirnya kita bertiga dengan tujuan yang sama mau ke Curug Jurang Pulosari. Lumayan tambah personil, inilah yang saya suka ketika Gowes, dapat teman dapat relasi tambah silaturahmi insyaallah tambah rejeki.

curug jurang pulosari pajangan
Pak Supri (pakai helm) dan Mas Widodo (pakai topi)
Suasana pedesaan yang sangat asri, serba warna hijau, aroma  khas ketika hujan turun itu, dan rindangnya pepohonan membuat kami bertiga asyik bercerita ngobrol selama perjalanan.  Sedikit mengurangi rasa capek setelah menaiki trek pertama tadi. Inilah salah satu momen yang saya sukai. Sambil mengayuh sepeda sambil bercerita lepas agar tidak merasa capek. Saya sarankan jika pas moment seperti ini tak pakai earphone atau headshead selama Gowes biar tak mengilangkan momen kebersamaaan dalam bercerita ini. Sangat sayang bukan jika dilewatkan? Dengan Gowes ini kita jadi lebih mengenal kondisi jalan yang dilewati, sekelilingnya perlahan-lahan. Sambil saja mengamati kali aja ada informasi menarik ada tanah murah yang dijual atau rumah murah yang dijual. :)

curug jurang pulosari pajangan
Jembatan Gethek Curug Jurang Pulosari
Setelah tanjakan pertama dari LP Pajangan ada perempatan besar sudah beraspal, ambil kanan dan lurus saja ikuti jalan aspal. Nanti akan ada plang penunjuk jalan Jurang Pulosari berada di sebelah kanan jalan. Ikuti saja petunjuk jalan yang tertera, kemudian melewati jalan cor blok, hati-hati melewati trek ini karena medannya sangat licin, maklum juga pas kami bertiga ke sana juga pas malamnya hujan jadii medan yang dilalui cukup licin. Lurus dan ikuti petunjuk papan yang ada saja. Lebih kurang jam 07.00 wib sampai juga di lokasi Curug Jurang Pulosari tempatnya sangat asri adem dan masih polos sederhana sekali. Di situ ada gazebo yang dibuat untuk sekedar beristirahat sambil menikmati pemandangan sekitar, ada juga warung minuman dan makanan untuk mengilangkan rasa lapar. Ada jembatan ‘gethek (jembatan dari bambu)  untuk menyeberang  sungainya.

curug jurang pulosari pajangan
Papan nama Jurang Pulosari mungil
curug jurang pulosari pajangan
Mas Widodo strong!
Airnya kalinya sangat dingin dan jerih, kebetulan malamnya hujan jadi debit airnya cukup banyak. Belum banyak pengunjung yang berdatangan. Jadi bagi yang ingin memutuskan untuk mandi bisa datang lebih pagi untuk menghindari pengunung yang berjubel. Ada juga penyewaan pelampung ban jika ingin menggunakannya. Setelah puas foto-foto langsung melanjutkan perjalanan.

curug jurang pulosari pajangan
Gazebo yang sudah disediakan untuk istirahat
curug jurang pulosari pajangan
Puncak Curug Jurang Pulosari
curug jurang pulosari pajangan
Curug Jurang Pulosari dari atas
Pak Supri ingin mencoba melakukan cek jalan untuk melakukan trek yang akan dilalui. Langsung saja saya dan mas Widodo mengiyakan untuk mengikuti saja usulan dari Pak Supri, jadi kami putuskan  untuk tidak mengulangi trek ketika pertama datang tadi. Niatnya kan gowes jadi yo golek dalan dewe lah, (kan niatnya bersepeda, ya cari jalan sendirilah).

Siap- siap angkat sepeda
curug jurang pulosari pajangan
Trek hanya bisa dilalui dengan jalan kaki

Trek nya sangat luar biasa, dari Curug Jurang Pulosari ke arah timur. Tak bisa dilalui dengan naik sepeda hanya bisa dilalui dengan menjungjung sepeda dengan kondisi jalan masih jalan setapak. Tak apa, pokoknya tak bisa dinaiki ya dijunjung. Inilah seninya Gowes bareng ketika tadi kita mengendarai sepeda gantian sekarang sepeda yang kita jinjing.

Filosofinya sangat bagus ketika sudah berkomitmen untuk memakai sepeda dengan cara mengendarai ada saat juga kita perlu menjungjung untuk mengangkatnya.

Wah, cukup berat juga ini sepedanya buat saya 'ngos-ngos an ketika melewati trek ini, dan akhirnya selesaii juga sampai puncak dan kita tuntun sepeda beberapa meter dan lanjut ke Puncak Bibis, tepat legendaris para pecinta Gowes ketika berada di Pajangan.

curug jurang pulosari pajangan
Puncak Bibis 
curug jurang pulosari pajangan
Gazebo tempat istirahat Goweser
Timus, bakwan dan teh hangat
Puncak Bibis adalah tempat tempat warung biasa tempat nongkrongnya para pecinta Gowes jika istirahat. Tempatnya asyik dan santai, ada tempat duduknya serta ada gazebo untuk sekedar duduk santai untuk istirahat. Ada warung legendaris yakni Warung Bubur Bu Yati, pasti untuk pecinta gowes tahu akan tempat ini.

Seperti warung pada umumnya, ada gorengan nasi rames, nasi bubur. Ada camilan cemplon, ketela, timus dan aneka makanan jajan pasar. Dengan minuman andalan es jahe atau wedang jahe. Harganya juga relative murah, harga merakyat.  Edisi ini saya dan mas Widodo ditraktir sama pak Supri, wah –wah rejeki anak sholeh ini,  pak Dukuh. Kami bertiga dengan makan dan minum plus lauk hanya habis sekitar Rp28.000 rupiah, sangat murah. Penjualnya juga sangat ramah dan sopan sekali, menyapa para gowesser ketika sedang asyik ngobrol santai bareng sesama timnya. Kesan pertama, waw tempatnya keren dan istimewa, dapat teman lagi. Ada juga foto-foto orang penting seperti Bpk Hari Moerti dan Bapak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terpampang di joglo tersebut.

Setelah dirasa cukup istirahat, kita langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang. Cukup sampai disini saja. Menuruni Puncak Bibis dan menikmati nyamannya menuruni trek turun, enaknya Gowes itu ya ketika pas menuruni jalan tanpa mengayuh sekalipun.

Mak wusssssss, seperti angin, silir dan enak pollll.

Tetapi juga harus waspada loh untuk konsentrasi mengerem nya, santai tetapi juga harus fokus.
Setelah sampai dipertigaan Pak Supri pamitan, oke terimakasih sudah mentraktir dan sudah sharing banyak tentang komunitas gowes di Bantul, semoga besok ketemu lagi. Ternyata pengalaman Pak Supri sudah banyak sudah pernah ke daerah Kulonprogo, daerah Kretek dan hutan Pinus mangunan meski tak sampai dipuncak. Di usia yang sudah cukup umur beliau masih semangat saja, perlu ditiru ini sob, oke sampai ketemu lagi Pak Supri?

Terimakasih juga mas Widodo, besok cari tujuan wisata lagi!


puncak bibis
Welcome Biker's



2 komentar:

  1. Saya tahun 2013 ke Curug Banyunibo tapi pas musim kemarau hahahhaa. Lama banget gak sepedaan ke arah Bibis. Terkahir sepertinya tahun 2015 :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah masih polos suasananya mesti, belum ada jembatannya juga. Kalo pas kemarau ya rejeki mas Sitam, Ya coba lagi gowes ke sini sekedar reuni aja, oh ya saya sering mampir di blog jenengan untuk cari referensi spot gowes selanjutnya. Maklun saya masih belum banyak mengenal spot gowes yang bagus :) salam kenal dari saya mas Sitam

      Hapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html