Senin, 20 Maret 2017

Surganya Dunia Itu Ada di Candi Ratu Boko


Sunset di Candi Ratu Boko via bolehtanya.com

Sejarah Ratu Boko

RatuBoko adalah sebuah situs arkeologi yang berbentuk istana kerajaan yang merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Berdasarkan sejarah kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8, Ratu Boko telah digunakan oleh dinasti Syailendra (Rakai Panangkaran) jauh sebelum zaman raja Samaratungga (pendiri Borobudur) dan Rakai Pikatan (Pendiri Prambanan).

Kerajaan Mataram Kuno tidak hanya meninggalkan kumpulan kitab dan prasasti kuno juga membangun banyak candi Hindu dan Budha. Penemuan artefak yang terbuat dari emas di daerah Wonoboyo menunjukkan kehebatan karya seni dan kekayaan budaya. Candi-candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno seperti Kalasan, Plaosan, Prambanan, Sewu, Mendut, Pawon, Borobudur, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan sebuah kitab kuno yang dibuat oleh Rakai Pikatan pada tahun 746-784, bangunan-bangunan yang berada disekitar Candi Ratu Boko bernama Abhayagiri Vihara. Kata Abhaya bermakna ‘tidak berbahaya atau ‘kedamaian, sedangkan makna keseluruhan dari Abhayagiri adalah ‘tempat berdiam para biarawan Budha yang terletak di atas bukit yang tenang. 
Pada tahun 856- 863 Abhayagiri berubah namanya menjadi Walaing Kraton yang diproklamirkan oleh Vasal Rakai bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni. Di dalam kitab Mintyasih yang dibuat oleh Rakai Watukara yah Balitung pada tahun 898-908, disebutkan bahwa Walaing adalah keturunan dari Punta Karna yang membuat Kitab Mantyasih. Tidak ada jejak sejarah apapun tentang Kraton Walaing sejak awal abad ke-10 hingga akhir abad ke-16.

Kata Ratu Boko sendiri berasal dari cerita rakyat setempat. Ratu Boko yang di dalam bahasa Jawa bermakna ‘Raja Heron merupakan ayah dari Roro Jonggrang yang kemudian menjadi nama candi utama di dalam kompleks candi Prambanan.

Situs Arkeologi

Gerbang Utama: terdiri dari 2 (pintu) di Paduraksa dengan sebuah atap berbentuk Ratna dan memiliki fungsi sebagai gerbang utama. Pintu yang pertama terbuat dari batuan andesit, namun lantai dan tembok tangganya terbuat dari batu kapur putih halus. Panjang pintu pertama adalah 12 m, lebar 6,90 m dan tinggi 5,05 m serta memiliki 3 (tiga) pintu. Sedangkan pintu yang kedua memiliki panjang 18,60 m, lebar 9 m, tinggi 4.50 m serta memiliki 5 (lima) pintu.

Candi Pembakaran dan Pemandian Air Suci: Terbuat dari batuan andesit dan meiliki panjang 22,60 m, lebar 22,33 m , tinggi 3,82 m. candi ini dinamakan Pembakaran karena ditemukannya abu bekas pembakaran di situs candi Pembakaran. Ukuran sumurnya 2.30 m x 1,80 m, kedalaman airnya pada musim kering 2 m. Pada zaman dahulu orang-orang menggunakan air dari sumur suci untuk upacara keagamaan di candi Pembakaran dan air sumur tersebut dipercaya membawa keberuntungan bagi siap saja yang menggunakannya. Para pemeluk agama Hindu menggunakan air dari sumur itu untuk perayaan Tawur Agung (sehari sebelum Nyepi) untuk menyucikan diri dan mengembalikan harmonii alam.

Paseban: Terdiri dari 2 Batur. Paseban timur memiliki panjang 2,6 m, lebar 13,3 m, serta tinggi 1,16 m, sedangkan Paseban barat memiliki panjang 2,2 m, lebar 13,34 m, dan tinggi 0,8d m. Kedua Paseban tersebut didirikan saling berhadapan antara satu dengan yang lainnya, namun demikian belum diketahui secara pasti fungsi Paseban tersebut. Nama Paseban didasarkan pada sebuah analogi istana diwaktu yang sesungguhnya. Paseban merupakan sebuah ruang tunggu bagi siapa saja yang hendak menemui raja.

Paseban Candi Ratu Boko via 1.bp.blogspot.com
Paseban Candi Ratu Boko via 1.bp.blogspot.com

Pendopo: Pagarnya memiliki panjang 40.80 m, lebar 33,90 m, dan tinggi 3,45 m. bagian dasar dan atapnya terbuat dari bahan andesit namun bagian tubuhnya terbuat dari batuan kapur halus. Ada 2 (dua) batur di dalam pagar, Batur bagian utara memiliki panjang 20,57 m, lebar 20,49 m, dan tinggi 1,43 m. Batur bagian seatan disebut Pringgitan, memiliki panjang 20,50 m, lebar 7,0 m, tinggi 1,51 m. Kedua Batur tersebut terhubung pada sebuah lorong yang terbuat dari batuan andesit. Di atas atap Batur terdapat 2 umpak dan masih ada 12 umpak di Pringgitan.

Pendopo merupakan bangunan pusat yang memiliki tiang-tiang dan tembok. Umpak-umpak , tembok, dan tersebut berfungsi sebagai alas tiang yang terbuat dari kayu. Karena tiang, tembok, dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak, seperti kayu dan sirap, tak satupun dari bangunan tersebut yang awet. Hanya tiang yang terbuat dari batu yang masih utuh sedangkan bagian bangunan yang terbuat dari kayu telah lenyap.
Bagian Pendopo via 3.bp.blogspot.com
Bagian Pendopo via 3.bp.blogspot.com

Kolam: Kompleks kolam terbagi menjadi 2 bagian, bagian utara an bagian selatan. Kedua bagian dipisahkan oleh sebuah dinding penyekat dan terhubung oleh sebuah pintu. Kompleks bagian utara berbentuk persegi. Terdiri dari 7 kolam (5 kolam besar dan 2 kolam kecil), sedangkan kompleks bagian selatan terdiri 28 kolam ( 1 kolam berbentuk bulat, 13 kolam berbentuk bulat, dan 1 kolam berbentuk kotak).

Kolam di Candi Ratu Boko via coretanpetualang.files.wordpress.com
Kolam di Candi Ratu Boko via coretanpetualang.files.wordpress.com
Goa: Di situs candi Ratu Boko terdapat 2 buah gua. Gua Lanang dan Gua Wadon. Dinamakan gua wadon karena terdapat relief yang sedemikian rupa yang mewakili alat vital wanita (simbol Yoni) di atas pintu masuknya. Simbol Yoni biasanya dilengkapi juga dengan Lingga (alat kelamin pria) yang dianggap sebagai perwakilan Siwa dalam ajaran Agama Hindu. Kesatuan antara Yoni dan Lingga dianggap membawa kesuburan dan kesejahteraan. Gua ini diperkirakan sebagai tempat untuk bermeditasi pada zaman dahulu.

Goa Wadon Candi Ratu Boko
Goa Wadon Candi Ratu Boko
Keputren: asal nama tempat ini dihubungkan dengan legenda setempat ‘keputren (daerah wanita). Terdiri dari 2 batur yang terbuat dari batuan andesit yang menghadap ke barat. Batur bagian seatan memiliki panjang 21,43 m, lebar 22,7 m, dan tinggi 1,75 m. batur bagian utara meiliki panjang 16,4 m dan lebar 1,90 m serta terbuat dari batuan andesit.
Keputren Candi Ratu Boko via media-cdn.tripadvisor.com
Keputren Candi Ratu Boko via media-cdn.tripadvisor.com

Panorama: Ratu Boko terletak di dataran tinggi yang terletak sekitar 3 km di selatan Candi Prambanan. Bukitnya memiliki ketinggian 195,97 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 160,898 m2. Dari situs candi Ratu Boko anda dapat melihat keindahan Candi Prambanan dari puncak bukit dengan Gunung Merapi sebagai latar belakangnya. Pemandangan kota Jogja juga terlihat di bagian barat. Di bagian selatan terdapat pemandangan bukit seribu.

Berburu Sunset di Candi Ratu Boko via jejaktraveling.com
Berburu Sunset di Candi Ratu Boko via jejaktraveling.com

Ayo temukan situs Candi Ratu Boko di aplikasi Googlemaps di bawah ini!



PT. TAMAN WISATA CANDI

BOROBUDUR, PRAMBANAN & RATU BOKO (PERSERO)

Jl. Raya Yogya- Solo km 16 Prambanan Yogyakarta 55571

Telp, 0274 496 402 Email: corporate@borobudurpark.co.id





0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html