Kamis, 29 Juni 2017

Ayo Mengenal 5 Masjid Pathok Negoro di Bumi Ngayogyakarto Hadiningrat

Dwipracaya.com | Hello, apa kabar sobat, masih suasana lebaran neh. Gimana liburan plus lebarannya kalian, semoga slalu mengasyikkan aja yak? Pada kesempatan ini saya mau berbagi cerita perjalanan tentang sejarah masjid 'pathok negoro kalau di bahasa Indonesiakan menjadi masjid peninggalan dari kerajaan Ngayogyakarto sebagai tempat batas negara.

Maklumlah, sebelumnya kan memang sudah ada negara Ngayogyakarto Hadiningrat, jauh sebelum negara Indonesia didirikan. Nah, untuk itu fungsi dari masjid ‘pathok negoro ini bisadisebut sebagai tempat penanda (pathok) batas wilayah dari kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat. So, tak ada salahnya kalian belajar sedikit tentang sejarah asal-usul kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat, agar menambah wawasan ilmu pengetahuan. Siap?

Pada kesempatan ini saya ditemani oleh salah seorang teman dikampung aka Gus Nono, untuk mencoba mengeksplorasi tempat bersejarah ini sekaligus sebagai ojek gratis, mengingat pakai motor beliau, #wakakaka

Apa itu Masjid Pathok Negoro?


Masjid Pathok Negoro (Masjid Pathok Negara) adalah masjid-masjid yang dibangun di daerah tapal batas Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat saat itu. Pembangunan masjid ‘pathok negoro bagi Kraton Ngayogyakarta bermula ketika Sri Sultan Hamengku Buwono I berguru kepada seorang ulama bernama Kyai Nur Iman yang tidak lain adalah kerabat beliau. Kyai Nur Iman memberikan nasehat agar Sri Sultan membuat ‘pathok-pathok negoro.

Masjid yang termasuk Masjid Pathok Negoro memiliki desain yang hampir sama, tata letak yang sama, dan tiang penyangga yang sama. Kalaupun ada yang berbeda itu karena masalah ukuran saja, ada yang besar dan ada yang kecil. Namun secara keseluruhan bisa dibilang mayoritas masjid ‘pathok negoro ini sama.

Selain sebagai batas negara, fungsi utama masjid 'pathok negoro adalah sebagai Pengadilan Agama sekaligus dakwah agama Islam di tapal batas Kraton Ngayogyakarto pada saat itu. Jumlah masjid ‘pathok negoro ini ada 5 (lima), tersebar di penjuru arah mata angin (kiblat papat lima pancer)di wilayah selatan, barat, utara, timur dan tengah kota. Pasti penasaran kan? Oke, sobat dwipracaya.com di bawah ini ada uraian singkat mengenai 5 (lima) masjid 'pathok negoro tersebut:

1. Masjid Pathok Negoro Wonokromo (Selatan)

Masjid ‘pathok negoro Wonokromo atau juga dikenal masjid Taqwa ini letaknya di wilayah selatan Jogjakarta. Masjid ini terletak di desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Lokasi masjid ini berada di dekat Pasar Jejeran yang terkenal dengan sate ‘klathaknya itu lho? Posisi tepatnya berada di Jl. Imogiri Timur km 10 Bantul.


masjid patok negoro wonokromo
Masjid Pathok Negoro Wonokromo Pleret Bantul
masjid pathok negoro wonokromo bantul
Ruangan dalam Masjid Pathok Negoro Wonokromo
Dari perempatan lampu merah Jejeran lurus saja ke arah selatan, lebih kurang 800 meter, setelah tikungan pertama (sebelum jembatan) akan terlhat gapura yang berada di sisi kiri jalan. Nah, masuk ke sana saja. Lahan parkirnya sangat luas kok :P

Arsitektur masjid ini masih mempertahankan keasliannya, ditambah dengan halaman yang luas dikombinasikan dengan taman rumput nan hijau, tempat wudu yang bersih dan wangi, pelataran serambi masjid juga oke punya. Bangunan terdiri dari perpaduan warna hijau, kuning, seperti warna pada keraton Ngayogyokarto

2. Masjid Pathok Negoro Nurul Huda Kauman Dongkelan (Selatan)

Masjid ‘pathok negoro Dongkelan ini terletak di wilayah selatan barat. Lokasinya di dukuh Kauman, dusun Dongkelan, desa Tirtonirmolo, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul. Memang tempat lokasinya masuk ke dalam kampung, jadi sedikit bersabar jika ingin ke tempat ini. Ohya, rupanya di kompleks masjid 'pathok negoro Dongkelan juga terdapat makam KH. Munawir, seorang tokoh ulama yang mendirikan pondok pesantren Al Munawwir di Krapyak.

masjid pathok negoro dongkelan
Masjid Pathok Negoro Dongkelan
masjid pathok negoro dongkelan
Ruangan dalam Masjid Pathok Negoro Dongkelan
Dari perempatan lampu merah Masjid Aceh lurus ke utara, nanti akan menjumpai tugu Keloran, belok ke arah kanan, masih lurus. Akan menjumpai perempatan pertama, lurus ke arah timur saja nanti akan ‘menthok dengan jalan, Dari tempat ‘menthok tadi belok sedikit ke arah kiri, ada gapura melengkung di sebelah timur. Nah, dari gapura melengkung ini ikuti saja jalan ke arah timur lebih kurang 200 meter lah. Masjid ada di sebelah selatan jalan.

3. Masjid Pathok Negoro Mlangi (Barat)

Masjid ‘pathok negoro Mlangi ini terletak di wiayah barat. Lokasinya di Dusun Mlangi, kelurahan Nogotirto, kecamatan Gamping, kabupaten Sleman. Ketika saya mengunjungi tempat ini masjid sudah direnovasi, terlihat dari susunan kayu dan tiang berjumlah 4 (empat) yang masih terlihat baru.


masjid pathok negoro mlangi gamping sleman
Masjid Pathok Negoro Mlangi Gamping Sleman
masjid pathok negoro mlangi gamping sleman
Ruangan dalam Masjid Pathok Negoro Mlangi Gamping Sleman
Dari perempatan lampu merah Demak Ijo lurus ke arah utara. Lebih kurang 2 kilometer, nanti ada jalan ke arah barat Rumah Sakit Queen Latifa. Belok kiri saja,dan ikuti plang penunjuk jalan saja.Sudah banyak kok, papan penunjuk jalannya.

Perlu diketahui, nuansa santri di sekitar masjid ini sangatlah kental. Itu disebabkan ada lebih dari 10 pondok pesantren yang tersebar di dusun Mlangi ini. Saya untuk kali pertama menjumpai bapak, anak, remaja putra melakukan aktifitas harian menggunakan kain sarung. Wajar saja saya kaget, karena biasa kalau memakai kain sarung ketika mau sholat saja. #Hihihihi

4. Masjid Pathok Negoro Plosokuning (Utara)

Masjid ‘pathok negoro Plosokuning ini terletak di wilayah utara. Arsitektur Masjid Pathok Negoro Plosokuning ini masih terjaga seperti saat masjid ini dibangun. Ada kolam di samping dan depan masjid ini, ada ikannya juga. Sebelum massuk ke masjid ini harap cuci kaki terlebih dahulu agar bersih dari kotoran. Bangunan tiang atas masjid tampaknya masih asli, karena terlihat jelas berwarna usang dan lebih hitam dari kayu yang lain. Suasananya sangat adem dan nyaman, ada juga bedug dan kentongan terletak di serambi depan masjid.

masjid pathok negoro plosokuning minomartani sleman
Masjid Pathok Negoro Plosokuning Minomartani Sleman
masjid pathok negoro plosokuning minomartani sleman
Ruangan dalam Masjid Pathok Negoro Plosokuning Minomartani Sleman

Ikuti jalan Kaliurang km 9 sebelum pertigaan lampu merah ada pertigaan, belok kanan lurus saja ke arah timur. Akan menemukantugu penunjuk jalan, cari arah ke Minomartani (belok kanan ke arah selatan). Ikuti jalan itu nanti akan menjumpai monumen patung Lele yang super besar. Belok kiri dan ikuti saja jalannya, masjid sudah terlihat kok.

Masjid ‘pathok negoro Plosokuning ini terletak di desa Minomartani, Ngaglik, Sleman. Oh iya, karena keunikan arsitekturnya, masjid ini pernah dipakai untuk syuting film 'Dalam Mihrab Cinta' dan 'Surga Yang Tak Dirindukan' loh?

5.Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan (Timur)

Masjid ‘pathok negoro Babadan ini terletak di wilayah timur. Lokasinya berada di Desa Babadan, Banguntapan, Bantul. Masjid ini juga punya sejarah yang cukup unik, lho. Di masa Perang Dunia II, masjid Babadan ini sempat digusur oleh penjajah Jepang. Ini dikarenakan desa Babadan hendak dijadikan pangkalan udara dan gudang senjata.

masjid pathok negoro babadan banguntapan bantul
Masjid Pathok Negoro Babadan Banguntapan Bantul
masjidpathok negoro babadan banguntapan bantul
Ruangan dalam Masjid Pathok Negoro Babadan Banguntapan Bantul

Alhasil masjid beserta warga desa 'Babadan pindah ke desa 'Babadan Baru yang letaknya di Depok Sleman. Nah, baru pada tahun 1960, Masjid ‘pathok negoro di Desa Babadan kembali didirikan. Oh,pantes kok ada juga masjid pathok negara di desa Babadan Baru Depok Sleman, begini tah ceritanya. :)

Dari JEC (Jogja Expo Center) ke arah barat, ada pohon beringin di kanan jalan. Ada jalan di sebelah barat, ikutin saja ke arah barat. Akan menjumpai perempatan pertama, lurus saja ke arah barat lebih kurang 300 meter. Masjid sudah terlihat tuh?

Pembangunan itu dilaksanakan atas dukungan Sultan Hamengkubuwono IX, maka nama asli Sultan, Dorojatun, diabadikan menjadi nama masjid tersebut. Masjid 'pindahan di Desa Babadan Baru juga masih bertahan hingga kini dan diberi nama Masjid Sultan Agung.


***
Sumber referensi:
www.datdut.com














0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html