Kamis, 31 Mei 2018

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta

Dwipracaya.com | Hay, Rina apa kabar kamu di sana? Masih selalu sehat dan ceria seperti biasanya? Masih tetap semangat untuk menggambar sketsa dan lukisan cantik di atas kanvas putih kan? Masih terseyum lepas sambil merasakan segarnya udara pagi hari di bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan mana lagi selain di bulan Ramadhan.

Eh, gini pan dirimu orang Kalimantan tuh, tentu di sana juga ada tempat wisata yang ngehits dan terkenal di sana. Bisa terkenal karena tempat wisatanya mempunyai banyak cerita sejarah, atau juga karena faktor keramahan warga masyarakatnya, atau juga tentang kulinernya yang unik nan enak? Tentu, ada kan di sana? 

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Kicak dan Serabi Pisang Kauman
Nah, dalam surat ini, saya ingin bercerita tentang salah satu tempat yang mempunyai cerita unik menarik dan patut untuk disambangi. Seperti apa cerita yang ingin saya sampaikan? Yuk, di baca di bawah ini, biar lebih menarik bisa kok sambil membaca tuisan ini dengerin suara musik klasik dan instrumen klasik, itu tuh suara musik hanya suara doang tanpa ada suara vokalnya, biar dapet feel nya, haha

***

Jika suatu saat Rina pergi ke Jogja aamiin, terus kebetulan pas jatuh di bulan Ramadhan, tentu perlu mampir di Pasar Kuliner Ramadhan Kauman Jogjakarta, konon kuliner seperti ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Dari namanya saja sudah menunjukkan identitas sebuah tempat, tempat yang dahulu sering disebut dengan istilah ‘pakauman, yang artinya tempatnya orang-orang yang berilmu agama. Namun seiring dengan berjalannya waktu warga masyarakat lebih mudah mengenal dengan sebutan ‘kauman. Menariknya lagi dari sebuah kampung inilah muncul pasangan suami istri yang menjadi Pahlawan Nasional melalui Pemerintah Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Presiden No.657 Tahun 1961, keduanya merupakan tokoh dan pendiri organisasi besar Islam di Indonesia beliau adalah KH. Ahmad Dahlan (1 Agustus 1868 - 23 Februari 1923) pendiri Muhammadiyah (18 November 1912) dan Nyai Ahmad Dahlan pendiri Aisyiyah (19 Mei 1917). Waw mantab bener?

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Pasar Sore Ramadhan Kauman

Dimana Pasar Kuiner Ramadhan Kauman?

Berada di sebuah gang sempit perkampungan, dengan lebar kurang lebih 2 (dua) meter di dalam perkampungan. Berada di kampung Kauman, Jalan Ahmad Dahlan Kelurahan Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta. Tidak sulit untuk menemukan kampung ini, kalau dari kawasan ‘nol kilometer, Rina hanya perlu berjalan lurus ke arah barat lebih kurang 350-400 meter. Setelah melewati toko Suara Muhammadiyah, masih lurus ke barat. Nanti akan menjumpai sebuah gapura besar berwarna hijau dan merah di sebelah sisi selatan. Nah, itu pertanda sudah sampai di TKP, tinggal masuk saja.

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Pintu Gerbang Kauman Sisi Timur

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Pintu Gerbang Kauman Sisi Barat

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Pernak Pernik Ramadhan Kauman
Kalau masih merasa sulit coba bertanya dengan warga di sepanjang jalan, insyaallah akan dibantu ada yang mau mengantarkan sampai tujuan, ini namanya ‘naik becak loh, dan gak gratis, wahaha. Itulah salah satu bukti keramahan warga kota Jogjakarta. Eh, kalau masih bingung juga, segera ambil smartphone nya dan buka aplikasi Googlemaps, ketikkan kata kunci’ Pasar Sore Ramadhan Kampung Kauman. Nah itu dah sampai, simpel kan, jangan bilang tambah pusing ya?

Bagaimana untuk tempat parkir kendaraan?

Mengingat tempatnya berada di dalam sebuah perkampungan padat dengan akses jalan yang sempit dan kecil. Ada beberapa titik tempat parkir yang saya rekomendasikan kepada Rina, diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama: 
Jika Rina tadi melewati toko Suara Muhammadiyah dari arah ‘nol kilometer, bisa bilang sama tukang parkir kalau mau ke Pasar Sore Ramadhan Kampung Kauman saja. Bisa parkir di depan toko tersebut, dalam waktu lama pun bisa kok, saya sudah pernah melakukannya pas bermain di area Kauman hampir 4 (empat) jam parkir di situ gak masalah kok. Sekali lagi tukang parkir Jogja itu Istimewa dan super ramah, bayarnya cukup 1-2 ribu cukup dah, Untuk parkir kendaraan sepeda motor dan mobil bisa kok di areea sini, tenang saja it’s fine!

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Toko Suara Muhammadiyah

Kedua:  
Jika mengendarai sepeda motor lalu berada dari arah selatan, dari arah Taman Sari atau Pasar Ngabean, Rina hanya perlu berjalan lurus ke arah utara, Nanti ada perempatan besar pertama, perempatan yang kalau ke arah kiri atau ke arah barat sampai ke Taman Parkir Ngabean, kalau ke arah timur atau kanan ke Alun-Alun Utara, Rina cukup parkir kendarannya di salah satu tempat penjualan kaos oblong dan konveksi. Tempatnya itu persis di sebelah baratya ‘Langgar Kidoel mbah Dahlan” langgar atau biasa di sebut masjid kecil untuk sholat (cikal bakal Muhammadiyah).

Ketiga: 
Jika Rina beserta rombongan misalnya neh, datang menggunakan bus pariwisata. Saya sarankan untuk memparkirnya di Taman Parkir Ngabean. Tempat ini khusus parkir untuk kendaraan super besar, bus pariwisata misalnya. Tempatnya luas dan besar, muat untuk beberapa puluh kendaraan jenis bus pariwisata. Parkir Ngabean dari arah ‘nol kilometer lurus ke arah barat melewati lampu merah 2(dua) kali. Lampu merah pertama di dekat PKU Muhammadiyah Jogjakarta dan Lampu merah kedua berada di depan persis Pakir Ngabean, depannya Hotel Cavinton.
Namun Jika Rina mengendarai mobil bisa memparkirkannya di sebelah timur pelataran Masjid Gede Kauman Jogjakarta, dari kawasan 'nol kilometer ke arah selatan, belok ke arah barat ikuti jalan. Tanya sama tukang parkir saja mau ke Masjid Gede Kauman. Rute ini cukup jauh dan agak merepotkan jika mau ke Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja.

Apa kuliner unik di Pasar Sore Ramadhan Kauman ini?

Berbicara sebuah tempat destinasi wisata tentu tak jauh dari kuliner khasnya. Kuliner yang bisa dijadikan oleh-oleh atau hanya sekedar penawar rasa ingin tahu saja. Ada banyak jajanan khas ndeso yang ada di pasar tiban (dadakan) ini, mulai dari kue serabi pisang, risoles, lumpia, klepon, apem, mendoan, tahu susor dan aneka jajanan lainnya. Untuk menu makanan juga lengkap ada mie bihun, ikan pepes, lele mangut, brongkos dan sebagainya.

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
No. Urut Stand Penjual

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Pembeli mengantri makanan menu buka

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Bu Yuni dengan aneka dagangannya
Namun ada 3 (tiga) jajanan khas sekali dan hanya ditemukan di Kauman ini. Uniknya lagi, hanya dijual pada bulan Ramadhan lainnya, bulan lainnya tidak dijual. Loh kok bisa? Bisa, saja karena memang udah dari dulu seperti itu. 

Kicak adalah?

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Kicak Khas Kauman

Jajanan khas itu adalah Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bubon. Kicak adalah sejenis jajanan atau panganan yang terbuat dari ketan, rasanya gurih dan kenyal karena terbuat dari adonan jadah ketan. Dibentuk kecil-kecil agar bisa mudah lansgung dimakan, lalu dibalut dengan parutan kelapa yang sudah dibumbuhi gula pasir. Rasanya manis sekali, jadi gak perlu khawatir jika kicak ini digunakan untuk menu buka puasa sangat pas banget, Rina hanya perlu membawa air minum saja dan mencomot kicak ini. Itu saja sudah cukup. Karena efek rasa manis itulah, cukuplah 2-3 potong kicak beri efek kenyang perut karena kalau kebanyakan terasa eneg dan tubuh kembali bertenaga menerima asupan energi setelah seharian berpuasa. Baunya harum karena di berikan topping buah nangka, efek nangka yang berwarna kuning serta aroma yang khas menambah ciamik menu jajanan ini untuk dicicipi, Dulu warga Kauman menjualnya dengan menggunakan daun pisang, namun seiring berjalannya waktu sudah berganti menggunakan mika plastik nan cantik. Justru malah semakin membuat pembeli datang untuk mencicipinya.

Makanan unik ini dibanderol sekirta Rp3.0000 - Rp5000, per ukuran mika kecil. Harga tentunya disesuaikan dengan ukurannya yak, Rina? Beli secukupnya saja haha!

Serabi Pisang adalah?


Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Serabi Pisang
Kemudian jajanan selanjutnya adalah Serabi Pisang. Bentuknya seperti kue serabi pada umumnya, seperti kue apem. Hanya saja di dalamnya ada pisang Raja yang manis. Rasa kuenya sangat manis, karena memang sengaja dibuat untuk menu pembuka buka puasa. Pan tahu sendiri, kalau buka puasa itu pakai yang manis-manis? Jiahahaha

Rasa buah pisangnya terasa banget, manisnya minta ampun dah. Harga sekitar Rp3000-Rp5.000 per kue. Kue ini dibalut dengan daun pisang dibawahnya.

Kacang Bumbon adalah?

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Kacang Bumbon

Secara umum kalau Kicak dan kue Serabi Pisang akan sangat mudah ditemukan di Pasar Sore Ramadhan Kauman ini, karena hampir setiap stand menjual jajanan ini. Nah, yang jajanan yang tak kalah unik dan sudah hampir punah untuk ditemukan adalah Kacang Bumbon.

Sengaja saya datang ke Pasar Sore Ramadhan Kauman ini hanya untuk mencoba menu kicak dan kacang bumbon itu saja, hanya berdasarkan informasi dari sebuah website travel awalnya saya mengira namanya adalah Kacang Kumbon. Saya bertanya tanya di setiap stand penjual tentang kacang kumbon kepada penjual.

“Buk, ada kacang kumbon?” tanyaku kepada salah satu penjual di sana.

“Opo, mas kacang kumbon, ora ono mas panganan koyo ngono?

“Apa Mas, kacang kumbon, tidak ada jajanan seperti itu?” terang ibunya.

“Niku Buk, jajanan khas Kauman sing di sade pas Ramadhan thok,” jawabku sambil menjelaskan.

“Itu buk, jajanan khas Kauman yang hanya dijual setiap Ramadhan”.

“Saestu Dik mboten wonten nek kacang kumbon, nek kacang bumbon wonten,” iku koyo sambel kering tempe neng bahan dasare ngagem kacang.

“Beneran Dik, tidak ada kalau jajanan kacan Kumbon, kalau kacang Bumbon ada, itu seperti sambal kering tempe, bahannya dari tempe,”begitulah maksud ibu tadi.


Ternyata informasi dari sebuah website travel yang menyebutkan kacang kumbon itu adalah kacang bumbon yang betul, so inilah salah satu fungsi dari seorang penulis atau blogger kalau ada sesuatu yang salah dan tidak benar sementara kita mengetahui kebenarannya harus bisa membenarkan dengan mencari nara sumber yang lebih valid.

Singkat cerita akhirnya saya bisa mencicipi kacang bumbon itu dengan penuh perjuangan. Hampir di setiap stand jajanan saya tanya tidak lagi menjual kacang bumbon, ada yang bilang agak repot mas buatnya, kemaren buat namun kurang diminati mas, dan alasan lainnya. Namun karena saya belum pernah mencicipi saya terus bertanya kepada setiap penjaga stand di sana, dan beruntung saya bertemu dengan salah satu dari mereka sebut saja Ibu Yuni warga asli Kauman, beliau berkenan untuk membuatkan jajanan kacang bumbon dan itupun harus pesan lebih dahulu, Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mencicipi kacang bumbon tersebut setelah bertanya ke sana kemari dengan para penjual,dan memang tragis jajanan legendaris itu sudah sangat sulit ditemukan lagi di Kauman.

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Kacang Bumbon bukan Kumbon :)

Kacang bumbon itu hampir sama dengan sambal kering tempe, hanya bahannya menggunakan kacang. Rasanya pedas dan ada manis-manisnya. Sedikit lengket karena itu adalah efek dari gula jawa, ada rasa rempah nan khas dan bau daun jeruk. Untuk harga karena memesan bisa bervariasi mulai dari Rp15.000 sampai dengan Rp25.000, tergantung ukurannya. Dahulu untuk bungkusnya juga menggunakan daun pisang, namun sekarang sudah diganti dengan mika plastik, biar simpel dan mudah. Kalau menurutku sih, malah makin cakep saja ini kacang Bumbon Kauman, dan makin mudah dibawa ke mana-mana.

Legendaris namun susah di temukan?

Memang benar sekali, ketika saya mendapatkan 3 (tiga) makanan legendaris yakni kicak, serabi pisang dan kacang bumbon ketika kondisi perut lapar karena seharian menunaikan puasa, akan terpuaskan dengan berbuka minimal dengan 2 (dua) menu di atas. Cukup bawa air minum putih dan nasi putih cukup dan pas banget. Sederhana namun rasanya pas banget, beneran, itu saja dah cukup dan nikmatnya luar biasa!

So, jangan pernah ke Kauman jika Rina belum mencoba menu Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon, ingat bukan kacang kumbon ya, kacang bumbon yang benar kwkwkwk

Gang sempit itu sudah mulai dibuka sekitar jam 14.00 WIB, biasa mulai bakda ashar sudah mulai ramai dengan para pembeli yang berjubel berburu makanan dan menu berbuka. Puncaknya adalah sekitar jam 17.00 WIB kalau Rina mau berdesak-desakan dengan para pembeli ya silakan, tapi kalau mau aman dan nyaman sambil ngobrol dengan para penjual yang waktu bakda ashar adalah yang paling tepat, it’s recommended!

Pesona Ramadan 2018 : Jajanan Kuliner Kicak, Serabi Pisang dan Kacang Bumbon Kauman Jogjakarta
Menu Berbuka Ramadhan

***

Oh, ya tadi di atas saya sebutkan bahwa Kauman adalah tempat berdirinya cikal bakal organisasi dan napak tilas Muhammadiyah dan Asiyiyah, oleh KH. Ahmad Dahlan dan Nyai. Ahmad Dahlan. Memang benar sekali, jika Rina kelak sudah datang di Pasar Sore Ramadhan Kauman, lebih afdhol lagi jika sekalian mampir di tempat bersejarah di sana ‘Langgar Kidoel’ itulah namanya. Siapa umat musim yang tidak mengenal sosok KH. Ahmad Dahlan dan istrinya, beliau adalah salah satu Pahlawan Nasional Republik Indonesia. Merupakan salah satu tokoh penting dalam era pergerakan menuju kemerdekaan Republik Indonesia. Langgar Kidoel ini dahulu digunakan oleh KH. Ahmad Dahlan untuk menjalankan ibadah sholat bersama keluarga dan berdakwah, mengajarkan agama Islam kepada warga, serta belajar mengaji.

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Salah Satu Sudut Kampung Kauman

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Sudut Kampung Kauman Jogja

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Sudut Kampung Kauman Jogja

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Sudut Kampung Kauman Jogja

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Dinding Tembok yang Mengelupas

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Pintu Gerbang Masuk Kauman dari Arah Selatan
Masjid Gede Kauman Jogjakarta
Papan Nama Rumah yang Usang
Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Perangko KH. Ahmad Dahlan

Dimana Langgar Kidoel KH. Ahmad Dahlan?

Ketika Rina berada di area Pasar Sore Ramadhan Kauman, cukup berjalan ke arah selatan, melewati area pemukiman penduduk. Berjalan lurus di bawah bangunan rumah penduduk, jalan selebar 2(dua) meter adalah jalan akses utama ke arah tempat bersejarah tersebut. Kalau terpaksa menggunakan sepeda motor, saya sarankan untuk matikan mesin dan menuntunnya, agar lebih sopan.

Berjalan lurus lebih kurang 300-400 meter, nanti akan menjumpai plang persegi panjang bercat warna hijau, segera belok ke arah kanan. Nanti akan melewati sebuah gang kecil berukuran 1 meter, sangat sempit sekali. Berjalan lebih kurang 25 langkah akan sampai di bangunan berlantai 2, di bagian atas papan bertuliskan ‘Langgar Kidoel Hadji Ahmad Dahlan.”

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Papan Nama

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Papan Nama 'Langgar Kidoel Hadji Ahmad Dahlan

Untuk masuk ke dalam bangunan tersebut bisa bertanya langsung kepada salah satu dari keturunan KH. Ahmad Dahlan, letaknya di sebelah kanan bangunan Langgar Kidoel itu. Untuk jam operasionalnya adalah Senin- Sabtu : 10.00 -- 12.00 WIB. Tanggal merah otomatis Libur, jadi atur saja waktunya biar tidak kecewa jika tertutup.

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Salah satu akses jalan masuk ke Langgar Kidoel

Beruntung kemaren sore itu saya dan keponakan bernama Danny, bisa memasuki ruang bersejarah tersebut. Minta ijin lebih dahulu dengan ibu-ibu pemegang kunci. Ibunya sangat ramah sekali dalam melayani, pelanggan seperti saya.

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Langgar Kidoel


“ Mas, ini kuncinya, nanti kalau sudah selesai di ruang 1, nanti ditutup saja, dan kunci satunya untuk naik ke lantai atas,” ibunya menerangkan.

“Ok, terimakasih buk, oh ya ini yang lantai satu sepatu perlu saya lepas,” saya bertanya.
“Gak perlu, Mas? Silakan dipakai saja, nanti kalau mau masuk ke lantai 2 dilepas karena masih sering dipakai untuk TPA,” timpalnya.

“Ok, Ok, matur suwun, jawabku seiya sekata.


Memasuki bangunan bersejarah ini tak lupa kuucapkan salam penuh penghormatan

“Assalamu’alaikum warah matulahi wabarakaatuh.”
(Semoga keselamatan dan rahmat Alah serta keberkahannya terlimpah kepada kaliyan)


Dalam bangunan kecil berukuran lebih kurang 4 x 6 ini Rina bisa melihat tentang seluk beluk dan sejarah berdirinya Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ada beberapa keterangan dalam bentuk print banner yang ditempel di dinding. Beberapa pimpinan Muhammadiyah dari masa ke masa juga ada, foto-foto perjuangan masa-masa perjuangan dahulu ada dalam 3 (tiga) album dan ada juga yang di cetak besar ditempel di dinding.

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Ruangan Dalam Lantai 1 Langgar Kidoel

Kalu Rina mau melihat kerudung kali pertama wanita di Kauman juga ada, tentunya kerudung jaman dahuLu berbeda motifnya dengan mode kerudung sekarang ini. Ada juga foto legendaris yang jarang terpublikasi yakni Presiden Pertama RI Ir.Soekarno dan anak-anaknya dari istri Sukmawati, seperti Guruh Soekarno Putra dan Megawati Soekarnoputri sedang berfoto dengan salah satu Tokoh Muhammadiyah. Hal ini menambah keyakinan saya bahwa memang sang Putra Fajar itu dahulu semasa hidupnya mempunyai hubungan spesial dengan Muhammadiyah, ya seperti hubungannya Panglima Besar TNI Jendral Soedirman.

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Contoh Iklan Jaman Dahulu

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Contoh Iklan Jilbab/ Kerudung Jaman Dahulu

Ada beberapa benda dalam ruangan tersubut yang menyita perhatianku, diantaranya adalah globe atau bola dunia dan tulisan tangan KH. Ahmad Dahlan. Semula dengan globe saya berpendapat untuk sekedar gaya-gayaan saja, namun ketika melihat dalam sebuah album foto di sana saya melihat foto KH. Ahmad Dahlan berpose juga ditemani dengan globe tersebut. Ternyata saya baru mengetahuinya bahwa ternyata Muhammadiyah dengan globe ada salah satu yang tidak dapat dipisahkan, globe disini mengandung pesan bahwa itu erat kaitannya dengan ilmu falaq yang saat erat dengan Muhammadiyah.
Bola Dunia dan Muhammadiyah

Bola Dunia dan KH.Ahmad Dahlan
 
Imu falaq adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.(wikipedia)

Kemudian tulisan tangan KH. Ahmad Dahlan yang mengandung makna dalam sekali, dalam film Sang Pencerah besutan sutradara Hanung Bramantyo ditampilkan bahwa tulisan itu ditulis sendiri oleh Mbah Dahlan ketika hatinya terguncang melihat perlawanan dari warga Kauman dan keraton tentang dakwahnya yang dianggap berbeda dengan dakwah para kyai di sana. Tulisan itu adalah untuk memotivasi dirinya yang waktu itu sangat butuh penyemangat lahir dan batin.

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Tempat Belajar Sebelum Dipugar

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Tempat Belajar Setelah Dipugar (Timur Langgar Kidoel)

Salah satu sudut kampung kauman jogja
Muhammadiyah Tempo Dulu

Meskipun ruangan itu tergolong sempit namun saya betah berlama lama-lama disitu bareng keponakan, memperhatikan membuka foto-foto sejarah. Seketika saya membayangkan dahulu ketika malam hari orang warga Kauman dan warga keraton beramai-ramai datang ke Langgar Kidoel ini untuk merobohkan bangunan ini karena dianggap kiblatnya menyimpang tidak sesuai dengan atuan Masjid Gede Keraton Jogjakarta, sangat mengharukan. Bisa dilihat adegannya di film Sang Pencerah di bawah ini:

Setelah puas berada di lantai satu segera saya tutup, namun sebelum saya tutup pintu di sebelah pojok barat ada sebuah kotak warna coklat. Sudah sepantasnya bangunan ini terus dijaga dan dipelihara, agar kelak anak cucu kita mengetahui saksi sejarah dakwah agama Islam lewat Muhammadiyah, Saya sarankan Rina untuk bisa memberikan sumbangsih atas perjuangan dan pengorbanan dari Langgar Kidoel ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas ilmu dan jasa mu Mbah Dahlan sekeluarga, gumam saya di dalam hati.

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Isi Buku Tamu Yak?

Langgar Kidoel Lantai 2

Beranjak lalu naik ke langgar lantai 2 (dua), ada 17 anak tangga yang harus dilalui untuk sampai ke sana. Di dalam bangunan ini tampak bersih dengan 4 (empat) tiang penyangga utama, ada rak buku terletak di sudut samping dekat dinding. Rupanya bangunan langgar kidoel ini juga beberapa kali mngalami pemugaran mengingat usianya sudah sangat tua.

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Lantai 2 Langgar Kidoel

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Ruangan dalam Langgar Kidoel Lantai 2

Langgar Kidoel KH.Ahmad Dahlan Kauman Jogja
Rak Buku Bacaan
Lantai ini bersih dan masih sering digunakan untuk kegiatan mengaji dan untuk sholat adik-adik juga. Tampak di rak buku ada berbagai buku agama tersusun di dalamnya. Dalam ruangan atas ini Rina bisa melihat sisi lain kota Jogjakarta, melihat rumah penduduk dari atas, genteng berwarna coklat nan rapi dan langit cerah membiru di atas Kota Jogjakarta.

Setelah puas mejelajah bercengkrama dengan Langgar Kidoel Rina bisa menyempatkan diri mampir ke Masjid Gede Kauman Jogjakarta, lebih kurang 300 meter dari langgar ini. Kalau masih bingung tanya kepada warga saja, pasti akan diberitahu.

 Masjid Gede Kauman Jogjakarta


Masjid Gede Kauman Jogjakarta
Masjid Gede Kauman Jogjakarta

Masjid Gede Kauman Jogjakarta
Klasik dan Elegan

Masjid Gede Kauman Jogjakarta
Papan Nama Masjid Gedhe Kauman
Kalau pas bulan Ramadhan biasa masjid ini ramai oleh para pengujung, dari berbagai daerah tidak hanya warga Kauman Jogjakarta, namun bisa dari luar kota seperti Semarang, Jakarta, Surabaya dan kota lainnya. Rina akan melihat keindahan arsitektur bangunan keraton bercorak Islam dan Jawa ada yang menyebutnya corak Tajug Lambang Teplok semua berpadu dalam balutan cat warna dominan emas.

Ada juga warna hijau, kuning, merah dan putih semuanya tak terlihat saling menonjolkan diri warna itu, namun semua warna itu berpadu dan serasi menjadi sebuah satu kesatuan nan harmonis. Rina akan merasakan nuansa khas Jawa Kuno dan Islam ketika memasuki ruang utama Masjid Gede Kauman. Masjid Gedhe Kauman dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun pada hari Ahad Wage, 29 Mei 1773 M atau 6 Robi’ul Akhir 1187 H. (wikipedia)
Masjid Gede Kauman Jogjakarta
Cakep kan?

Rina akan melihat tiang-tiang masjid penyangga nan besar dan kokoh. Terbuat dari pohon jati pilihan dengan diameter super besar serta berusia ratusan tahun. Suasana akan terasa adem karena memang keadaan yang nyaman dan tenang, sangat cocok untuk beribadah kepada Sang Khalik agar lebih khusyuk daam proses menghambanya. Melihat bukti juga betapa indahnya mimbar masjid yang berwarna emas, masih sering digunakan untuk khutbah Jumat dan kegiatan tausyiah lainnya. Karpet empuk berwarna merah maron sangat cocok untuk berpadu bermesra dengan kening manusia untuk menghadap kepada Nya, memohon ampun kepadanNya atas segala dosa dan khilaf yang pernah dilakukannya.
Masjid Gede Kauman Jogjakarta
Tiang Utama Peyangga Masjid

***

Nah menarik sekali kan setelah tadi bercerita tentang Pasar Sore Ramadhan Kauman, Langgar Kidoel, Masjid Gede Kauman, makin penasaran datang ke Jogja kan? Saya siap wes kalau misal suatu saat Rina datang ke Jogja saya siap menjadi tour guide nya kok, santai ahaha

Setelah seharian keliling tempat ciamik tadi mungkin sudah saat nya untuk beristirahat, tak sulit untuk menemukan tempat istirahat hotel atau homestay di sana. Bisa cek saja di internet saja hotel Hyarta yang berada di sebelah timur Taman Parkir Ngabean, atau 600 meter dari gerbang masuk Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogjakarta. Ada juga The Cabin Hotel dan kalau mau cari yang lebih murah bisa cek Ngadiwinatan Homestay, gampang kan? Tempat itu cocok untuk melepas lelah setelah seharian menjelajahi kampung Kauman dan sekitarnya.

Masjid Gede Kauman Jogjakarta
Peta Hotel di Sekitar Kauman Jogja

Oke, gitu duu ya Rina, semoga tulisan ini menambah kerinduan untuk segera datang ke tanah Jogjakarta. Tanah yang katanya kota paling toleransi di Indonesia, kota yang katanya Kota Pelajar dan Kota Pendidikan? Kota Budaya, Kota Gudheg, dan sebutan lainnya. Setelah datang sendiri ke Jogja Rina akan tahu jawabannya, see you sampai jumpa, Friends.

Langgar Kidoel KH. Ahmad Dahlan
Terimakasih, Mbah Dahlan (yang mengambil foto anak SD kelas 1)


Salam dari sahabatmu, di Jogja ~Dipa :)










2 komentar:

  1. alhamdulillah, kuliah 4,5 tahun, dan sudah pernah masuk masjid kauman.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantab, keren kan kampungnya, ke Langgar Kidoel Juga, broe?

      Hapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html